Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Wagub Djarot: Mei 98 seperti G30S, harusnya masuk kurikulum sekolah

Wagub Djarot: Mei 98 seperti G30S, harusnya masuk kurikulum sekolah Tragedi Mei 98. ©Reuters

Merdeka.com - Peristiwa kelam kerusuhan Mei 98 yang terjadi di penghujung pemerintahan rezim orde baru, tidak boleh dilupakan sebagai bagian dari sejarah perjalanan bangsa. Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat berharap sejarah runtuhnya rezim orde baru dan mulainya era reformasi, tertanam di ingatan generasi muda.

"Kita tidak mau melupakan sejarah, termasuk juga jangan sampai kita lupa apa tujuan reformasi gerakan pada saat itu. Karena sekarang sudah mulai banyak yang lupa tentang tujuan itu. Saya pribadi ini sudah menjadi kurikulum nasional harusnya, bukan lokal," ujar Djarot saat peringatan 18 tahun tragedi Mei 98 di TPU Rangon, Jakarta Timur, Sabtu (14/5).

Dia berharap peristiwa Mei 98 masuk dalam kurikulum yang dipelajari di sekolah. Selain agar tak dilupakan, tujuan lainnya adalah mencegah peristiwa kelam itu tak terulang lagi di kemudian hari.

"Kalau sebagai kurikulum itu harus. Supaya bangsa Indonesia tidak lupa sejarah, tidak disimpangkan sejarah, ini menjadi catatan hitam pemerintahan politik di Indonesia. Dengan harapan kalau tidak melupakan sejarah, memasukkan dalam kurikulum, supaya kejadian seperti ini tidak akan pernah terulang," tegasnya.

Djarot buru-buru menepis jika ada anggapan memasukkan peristiwa Mei 98 dalam kurikulum sama dengan membuka luka lama bagi keluarga korban.

"Kita tidak membuka luka lama kita menginformasikan kejadian Mei 98 sama dengan kejadian peristiwa G30S 65. Justru dengan cara seperti ini mereka betul-betul belajar dari sejarah, jangan sampai terulang seperti itu. Itu saja pesannya. Bukan kemudian membuka luka lama kembali, tidak," tegasnya.

Djarot menyadari, peristiwa kelam tersebut menggores luka mendalam bagi keluarga korban. "Saya sadar bahwa kehilangan anggota keluarga itu tidak akan bisa kembali dan akan meninggalkan luka. Dan kita umpamakan bagaimana kalau itu menimpa diri kita itu? Kalau itu menimpa keluarga kita sendiri, anak kita sendiri," katanya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP