Wagub Djarot dan puteri Gus Dur akan berdoa untuk korban Mei 98
Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat dan Inayah Wulandari Wahid, puteri keempat Presiden Indonesia ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, direncanakan akan hadir dalam acara 'Merawat Ingatan Demi Martabat Korban Peringatan 18 Tahun Peristiwa Mei 1998', di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rangon. Kedatangan keduanya hanya untuk mendoakan korban peristiwa Mei 98.
"Doa saja, keluarga korban, mbak Innayah Wahid udah konfrim, Pak Djarot juga berencana datang," kata Rini perwakilan Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (eLsam) di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, Sabtu (14/5).
Beberapa jenazah tidak terindentifikasi dimakamkan di TPU Pondok Ranggon. Ada kuburan massal dan hanya diberi nisan bertulis 'Korban Tragedi 13-15 Mei 1998 Jakarta'.
Rini mengatakan, tema ini dipilih agar masyarakat Indonesia tidak lupa peristiwa Mei 98 tonggak sejarah runtuhnya orde baru. Dia berharap tidak terulang kejadian yang memakan banyak korban jiwa.
"Agenda refleksi dan doa peringatan Mei. Kenapa merawat ingatan, supaya tidak terulang lagi," ujarnya.
Peristiwa kerusuhan terjadi di penghujung masa kekuasaan Soeharto pada Mei 1998. Pihak keluarga korban kerusuhan mei 98 masih berupaya mencari keadilan dan menuntut pihak-pihak yang bertanggung jawab di balik tragedi ini segera diadili. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya