Memanas, Massa Pendemo di DPRD Jabar Lempar Molotov Teriak 'Revolusi'
Nyanyian dan tuntutan protes mahasiswa, kini berganti benda-benda yang dilemparkan sekelompok orang tampak menutupi muka.
Aksi unjuk rasa yang semula digelar oleh sejumlah organisasi mahasiswa di depan kantor DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Bandung, mendadak memanas pada Senin (1/9) sore. Spanduk protes yang semula di pampang di gerbang besi, dibakar sekelompok orang.
Tidak terdengar lagi orasi dari mahasiswa. Mereka menarik diri dari titik aksi.
Nyanyian dan tuntutan protes mahasiswa, kini berganti benda-benda yang dilemparkan sekelompok orang tampak menutupi muka. Botol air mineral plastik dan beling, batu, kayu, sampai molotov melayang ke halaman kantor legistor itu, sedang asap hitam dari spanduk yang dibakar membumbung ke langit.
"Revolusi, revolusi," teriak di antara mereka.
Pantauan kini, massa yang tak dikenali ini masih bertahan di titik aksi.
Massa Datangi DPRD Jabar
Sebelumnya, gelombang unjuk rasa kembali mendatangi kantor DPRD Jabar, di Jalan Diponegoro, Bandung, pada Senin (1/9). Massa yang datang mayoritas berasal dari sejumlah organisasi mahasiswa berbagai kampus.
Tiba di titik aksi sekitar pukul 14.00 Wib, mereka datang membawa sejumlah spanduk dan bendera. Spanduk-spanduk itu kemudian mereka bentangkan di pelataran di gerbang kantor DPRD Jabar, juga mereka pampang di pagar gerbang yang tempeli kawat berduri itu.
Muhammad Rafli, perwakilan dari massa mahasiswa, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan bentuk kekecewaan atas kinerja pemerintah yang dinilai belum optimal dalam mengurusi masalah rakyat. Khususnya, dalam merespons gelombang protes dalam beberapa hari belakangan.
"Seperti apa yang kita sudah dengar semua di media-media yang sudah terpampang nyata, bahwasannya Presiden Prabowo sampai saat ini malah menambahkan tingkat pengamanan yang lebih. Ini menandakan bahwasannya, pemerintah saat ini masih tidak mampu untuk menyelesaikan hal-hal tersebut," katanya di titik aksi.
Ia pun menyinggung, pengusutan hukum terkait insiden dialami Affan, driver ojol, yang tewas terlindas kendaraan taktis di Jakarta, dan sistem yang dinilai masih korup.
"Kita mulai menyalakan api kembali. Dari Bandung kita mulai pergerakan itu kembali," kata dia.