Masjid Agung Bengkulu Tengah: Ikon Multifungsi Baru dengan Ruang UMKM dan Area Bermain
Pembangunan Masjid Agung Bengkulu Tengah terus berlanjut, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga akan dilengkapi fasilitas ruang UMKM dan area bermain anak. Simak konsep modern multifungsi yang akan menjadi ikon baru daerah ini.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah memastikan bahwa pembangunan Masjid Agung Benteng akan memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar tempat ibadah. Rencananya, masjid ini akan dilengkapi dengan ruang khusus bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta area bermain anak. Konsep multifungsi ini diharapkan dapat menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas masyarakat yang inklusif dan modern.
Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, menjelaskan bahwa proyek lanjutan pembangunan masjid ini masih dalam tahap lelang. Dengan total anggaran mencapai Rp4,5 miliar, pekerjaan fisik ditargetkan dapat dimulai pada awal Mei 2026. Anggaran tersebut berasal dari APBD Kabupaten Bengkulu Tengah sebesar Rp2,5 miliar dan dukungan hibah Rp2 miliar dari PT Bio Nusantara Teknologi.
Pada tahap pembangunan tahun 2026, fokus utama akan diberikan pada pengerjaan struktur utama, termasuk kolom-kolom bangunan dan pelapis tebing di sekitar lokasi. Langkah ini penting untuk menjaga kestabilan tanah dan memperkuat pondasi bangunan. Rachmat Riyanto optimis bahwa Masjid Agung Benteng akan rampung sebelum masa jabatannya berakhir pada tahun 2029, menjadikannya ikon baru bagi daerah.
Konsep Modern dan Multifungsi Masjid Agung Bengkulu Tengah
Masjid Agung Bengkulu Tengah dirancang dengan konsep modern yang mengedepankan aspek multifungsi. Selain sebagai pusat ibadah, kawasan masjid akan dikembangkan menjadi destinasi wisata religi yang dilengkapi beragam fasilitas pendukung. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menciptakan ruang publik yang bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kehadiran ruang UMKM di kompleks masjid diharapkan dapat mendorong perekonomian lokal dan memberikan wadah bagi para pelaku usaha kecil untuk memasarkan produk mereka. Selain itu, area bermain anak akan menambah daya tarik masjid sebagai tempat rekreasi keluarga. Konsep ini bertujuan agar masjid tidak hanya menjadi pusat spiritual, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan ekonomi yang dinamis.
Bupati Rachmat Riyanto menegaskan bahwa Masjid Agung ini nantinya tidak hanya untuk ibadah, tetapi juga bisa menjadi tempat wisata religi, ruang UMKM, area bermain anak, dan aktivitas sosial lainnya. Desain arsitektur modern bernuansa Islami akan menjadi daya tarik tersendiri. Lokasinya yang strategis di depan rumah dinas Bupati dan Pendopo Bengkulu Tengah juga mendukung potensinya sebagai ikon daerah.
Progres Pembangunan dan Anggaran Tahap Lanjutan
Saat ini, proyek lanjutan pembangunan Masjid Agung Bengkulu Tengah masih dalam proses lelang. Bupati Rachmat Riyanto menargetkan pekerjaan fisik dapat dimulai paling lambat bulan depan, yaitu Mei 2026. Proses tender yang sedang berlangsung diharapkan dapat segera rampung untuk memastikan kelanjutan pembangunan.
Total anggaran untuk tahap lanjutan pembangunan ini mencapai Rp4,5 miliar. Dana sebesar Rp2,5 miliar dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bengkulu Tengah. Sementara itu, tambahan dana sebesar Rp2 miliar merupakan hibah dari PT Bio Nusantara Teknologi, menunjukkan adanya kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta dalam proyek ini.
Fokus pengerjaan pada tahun 2026 adalah pembangunan struktur utama seperti kolom-kolom bangunan. Selain itu, pelapis tebing di sekitar lokasi juga akan dibangun untuk memastikan kestabilan tanah dan memperkuat pondasi masjid. Langkah-langkah ini krusial untuk menjamin keamanan dan ketahanan bangunan dalam jangka panjang.
Visi Jangka Panjang Bupati Rachmat Riyanto
Bupati Rachmat Riyanto memiliki visi jangka panjang untuk Masjid Agung Benteng, menargetkan pembangunannya rampung sebelum akhir masa jabatannya pada tahun 2029. Ia sangat optimis bahwa kehadiran masjid ini akan menjadi ikon baru bagi Kabupaten Bengkulu Tengah. Masjid ini diharapkan dapat menjadi kebanggaan masyarakat dan pusat berbagai aktivitas.
Menurut Rachmat, dengan dukungan bersama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, pembangunan Masjid Agung Bengkulu Tengah dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai dengan fungsi yang diharapkan. Ia juga mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan lebih untuk turut berkontribusi dalam pembangunan masjid tersebut.
Keberadaan Masjid Agung yang multifungsi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bengkulu Tengah. Selain sebagai sarana ibadah yang representatif, masjid ini akan menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial, dan ekonomi. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat identitas keislaman dan menyediakan fasilitas publik yang memadai.
Sumber: AntaraNews