Maraton HKSN Borobudur 2025: Gelorakan Solidaritas untuk Pemulihan Korban Bencana Sumatera
Maraton HKSN Borobudur 2025 di Magelang sukses menggalang solidaritas dan donasi dari ribuan peserta untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana di Pulau Sumatera.
Maraton HKSN Borobudur 2025: Gelorakan Solidaritas untuk Pemulihan Korban Bencana Sumatera
Maraton Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2025 sukses digelar di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu, 21 Desember 2025. Acara ini menjadi momentum penting untuk menggalang solidaritas nasional. Sebanyak 7.000 peserta dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam kegiatan lari maraton ini.
Kegiatan lari maraton ini diinisiasi oleh Kementerian Sosial bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai puncak rangkaian peringatan HKSN 2025. Tujuannya adalah mendukung pemulihan masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor di Pulau Sumatera. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono secara langsung melepas para pelari.
Wamen Sosial Agus Jabo Priyono menyatakan bahwa maraton ini merupakan bentuk kepedulian dan doa bersama bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Harapannya, melalui kegiatan ini, para korban dapat segera bangkit dan kehidupan mereka kembali normal. Solidaritas menjadi kunci utama dalam upaya kemanusiaan ini.
Semangat Solidaritas di Borobudur
Ribuan peserta Maraton HKSN Borobudur berkumpul di kawasan Candi Borobudur dengan semangat kebersamaan yang tinggi. Sebelum memulai lari, empat tokoh lintas agama memimpin doa bersama, memperkuat dimensi spiritual dan kebersamaan bagi para korban bencana. Momen ini menunjukkan persatuan dalam keberagaman untuk tujuan mulia.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai wujud nyata kepedulian. “Maraton ini untuk solidaritas saudara-saudara kita di Sumatera. Semoga mereka segera bangkit dan kehidupan mereka bisa kembali normal,” ujarnya, memotivasi para peserta. Pesan ini menggarisbawahi tujuan utama dari Maraton HKSN Borobudur.
Partisipasi 7.000 pelari dari berbagai penjuru Indonesia membuktikan tingginya rasa kesetiakawanan sosial. Mereka tidak hanya berolahraga, tetapi juga membawa misi kemanusiaan untuk membantu sesama. Kegiatan ini menjadi simbol harapan bagi masyarakat yang sedang berjuang memulihkan diri dari dampak bencana.
Dukungan Nyata untuk Korban Bencana
Selain ajang olahraga, Maraton HKSN Borobudur juga menjadi sarana efektif untuk penggalangan donasi. Panitia pelaksana membuka kanal donasi bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui pemindaian kode batang dompet digital. Fasilitas ini didukung oleh filantropi nasional, memudahkan peserta dan masyarakat umum untuk berkontribusi.
Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Sosial juga menerima sumbangan signifikan berupa ribuan buah pakaian baru dari sebuah jenama asal Jepang. Bantuan ini akan segera disalurkan kepada para korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ini menunjukkan kolaborasi berbagai pihak dalam meringankan beban masyarakat terdampak.
Upaya penggalangan dana dan bantuan logistik ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan. Setiap kontribusi, baik berupa donasi finansial maupun barang, sangat berarti bagi mereka yang kehilangan harta benda. Solidaritas yang terwujud dalam Maraton HKSN Borobudur ini diharapkan terus berlanjut.
Apresiasi Peserta dan Harapan Kemensos
Salah satu peserta maraton asal Jakarta, Rita (28), mengungkapkan apresiasinya terhadap inisiatif pemerintah dan mitra strategis ini. Ia bersama lima rekan sekantornya datang langsung dari Jakarta untuk mengikuti maraton kelas 10K-8K mengelilingi lingkungan Candi Borobudur. Rasa empati dan solidaritas mendorongnya untuk berpartisipasi dalam upaya kemanusiaan ini.
Rita menjelaskan motivasinya, "Meski kami tidak bisa datang langsung tapi dengan begini mungkin bisa bantu meringankan, segera pulih saudara kita di Aceh dan sekitarnya, dan kegiatan ini juga bisa cari sehat di sela waktu cuti." Pernyataan ini mencerminkan semangat berbagi dan keinginan untuk membantu sesama. Partisipasi aktif peserta sangat berarti.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan memberikan dukungan. Ia berharap peringatan HKSN ini dapat semakin memperkuat nilai kesetiakawanan dan solidaritas nasional. "Sekali lagi ini semua bentuk solidaritas kita," pungkasnya, menegaskan pentingnya persatuan dalam menghadapi musibah.
Sumber: AntaraNews