LLDikti Wilayah III Bentuk IAB: Kolaborasi Kunci Atasi Mismatch Lulusan Industri dan Kebutuhan Dunia Kerja
LLDikti Wilayah III meresmikan Industrial Advisory Board (IAB) untuk mengatasi Mismatch Lulusan Industri dengan kebutuhan dunia kerja, memastikan kompetensi relevan. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan.
Ketidaksesuaian kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan tuntutan dunia kerja, atau yang dikenal sebagai Mismatch Lulusan Industri, masih menjadi tantangan serius di Indonesia.
Untuk mengatasi persoalan krusial ini, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III mengambil langkah strategis dengan meresmikan pembentukan Industrial Advisory Board (IAB).
Inisiatif ini merupakan bagian dari Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) LLDikti Wilayah III Tahun 2025 yang diselenggarakan di Universitas MNC, iNews Tower, Jakarta Pusat, pada 27 November, bertujuan memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi dan industri.
Mengenal Mismatch Lulusan dan Dampaknya
Fenomena Mismatch Lulusan Industri menjadi sorotan utama dalam dunia pendidikan dan ketenagakerjaan nasional.
Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2024 dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa sekitar 35 persen pekerja muda di Indonesia bekerja tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikannya.
Ketidaksesuaian ini terbagi menjadi dua jenis: horizontal, di mana pekerjaan tidak sesuai dengan bidang pendidikan, dan vertikal, di mana tingkat pendidikan formal tidak sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
Data lebih lanjut menunjukkan bahwa 22,36 persen pekerja mengalami overeducated (kualifikasi lebih tinggi) dan 13 persen undereducated (kualifikasi lebih rendah) dari yang dibutuhkan.
Industrial Advisory Board: Jembatan Perguruan Tinggi dan Industri
Pembentukan Industrial Advisory Board (IAB) oleh LLDikti Wilayah III merupakan respons konkret terhadap tantangan Mismatch Lulusan Industri.
IAB berfungsi sebagai forum konsultatif yang menghadirkan masukan, arahan, dan rekomendasi langsung dari industri, memastikan kurikulum pendidikan tinggi adaptif terhadap dinamika pasar kerja.
Kepala LLDikti Wilayah III, Dr. Henri Tambunan, menyatakan, “Pembentukan Industrial Advisory Board adalah langkah strategis untuk menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat solusi nyata bagi masyarakat dan industri. Kami ingin memastikan setiap lulusan tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki daya saing yang tinggi dan mampu memberikan kontribusi bermakna bagi bangsa.”
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) menjadi mitra strategis dalam IAB, membawa perspektif dunia usaha dan standar kompetensi profesional.
Beberapa perguruan tinggi pelopor yang terlibat sebagai inisiator antara lain Universitas Gunadarma, Politeknik Multimedia Nusantara, Universitas Bina Nusantara, Universitas Sampoerna, serta Universitas Media Nusantara Citra.
Sinergi Melalui Rakorda dan Inovasi Pembelajaran
Rakorda LLDikti Wilayah III, yang melibatkan 245 perguruan tinggi swasta di Jakarta, mengusung tema “Melangkah dalam Sinergi: Kolaborasi Strategis Perguruan Tinggi, Industri, dan Pemerintah untuk Transformasi Mutu dan Inovasi Kampus Berdampak”.
Acara ini bertujuan memperkuat koordinasi, menyelaraskan arah kebijakan, dan memfasilitasi kolaborasi untuk memastikan pendidikan tinggi di Jakarta tidak hanya adaptif, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat dalam mengatasi Mismatch Lulusan Industri.
Dalam kesempatan tersebut, diluncurkan juga online course penjaminan mutu pendidikan tinggi yang dikembangkan bersama Universitas Nasional (UNAS), sebagai upaya strategis meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof Fauzan, menegaskan, “Forum strategis seperti ini bisa kita jadikan dasar introspeksi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Ketika terjadi ketidaksesuaian antara industri dan perguruan tinggi, di situlah sebenarnya kita perlu introspeksi. Mari kita bersama bertransformasi untuk membangun pendidikan tinggi yang dapat memenuhi kebutuhan industri di dunia nyata.”
Sumber: AntaraNews