Lepas Jemaah Haji, Gubernur Sherly Tjoanda Serahkan Uang Saku Rp1,5 Juta
Selain itu, Sherly juga menyerhkan uang saku sebesar Rp1,5 juta per jemaah asal Maluku Utara.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda bersama Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe melepas keberangkatan jemaah calon haji (JCH) kelompok terbang (kloter) 13 Embarkasi Makassar asal Maluku Utara sebanyak 393 orang di Aula Mina Asrama Haji Sudiang Makassar, Kamis (30/4). Selain itu, Sherly juga menyerhkan uang saku sebesar Rp1,5 juta per jemaah asal Maluku Utara.
Sherly mengatakan datang ke Asrama Haji Sudiang Makassar untuk melihat secara langsung fasilitas untuk jemaah haji. Ia menyampaikan apresiasi Petugas Pelayanan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar.
"Tihat lihat kamar para jemaah haji, semua kamarnya bagus, bersih, nyaman. Tadi juga saya sudah bertanya ke kloter 13 yang sudah menginap dari semalam, semuanya merasa nyaman dan pelayanannya baik," ujarnya kepada wartawan.
Anggaran Sebesar Rp1,152 Miliar
Sherly juga menjelaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut menyiapkan anggaran sebesar Rp1,152 miliar sebagai uang saku untuk 768 jemaah haji asal Malut. Nantinya, setiap jemaah mendapatkan uang saku sebesar Rp1,5 juta.
"Anggarannya dari APBD. Tahun lalu kita Rp 1 juta dengan total yang dipakai. Jadi di tahun ini kita naik Rp500 ribu jadi Rp 1,5 juta," tuturnya.
"Ini adalah bentuk perhatian kami terhadap. Kami berharap seluruh pelaksanaan ibadah dapat berjalan dengan baik dan nyaman serta khusyuk," imbuhnya.
Ia berharap pemberian uang saku kepada jemaah haji setiap tahunnya bisa bertambah. Nantinya, uang saku tersebut bisa digunakan oleh jemaah haji saat berada di Arab Saudi.
"Doain semoga tahun depan bisa bertambah. Dan semoga semuanya sehat dan selamat kembali ke Malut," tuturnya.
30 Persen JCH
Sherly menambahkan untuk tahun ini, 30 persen JCH asal Malut diisi lanjut usia (lansia).
"Jemaah yang berangkat tahun ini sudah mendaftar sejak 11 atau 12 tahun lalu," ucapnya.
Sementara itu, salah satu jemaah haji kloter 13 asal Ternate Siti Aminah meengaku senang mendapatkan uang saku dari Pemprov Malut. Apalagi uang saku diserahkan secara langsung oleh Gubernur Malut, Sherly Laos Tjoanda.
"Alhamdulillah diibantu untuk akomodasi dari pemerintah," kata Aminah.
Apalagi sebelumnya jemaah haji juga sudah mendapatkan Living Cost dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebesar 750 riyal atau sekitar Rp3,3 juta.
"Living Cost 750 riyal dari BPKH sudah diterima kemarin malam. Nanti uang saku dari pemprov dan BPKH digabung untuk dipakai di sana (Arab Saudi)," katanya.