KSPI Tegaskan Tak Ada Anggota Ditangkap Saat Demo Buruh di Jakarta
Polda Metro Jaya sebelumnya mendeteksi dini sejumlah kelompok diduga ingin merusuh dan menyusup ke dalam demo buruh di Jakarta dengan mengamankan 101 orang.
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyatakan tidak ada anggotanya diamankan kepolisian saat demo memperingati hari buruh atau May Day di Jakarta pada Jumat (1/5). Polda Metro Jaya sebelumnya melakukan deteksi dini sejumlah kelompok diduga ingin merusuh dan menyusup ke dalam demo buruh di Jakarta dengan mengamankan 101 orang.
"Tidak ada dari KSPI (ditangkap)," ujar Wakil Presiden KSPI, Kahar S Cahyono saat dikonfirmasi, Sabtu (2/5).
Sementara itu, Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI) yang termasuk aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) menegaskan ratusan orang diamankan kepolisian diduga hendak merusuk saat peringatkan hari buruh di Jakarta bukan anggotanya.
Ratusan orang sebelumnya diamankan Polda Metro Jaya setelah mendeteksi dini sejumlah kelompok diduga ingin merusuh dan menyusup ke dalam demo buruh di Monas maupun DPR.
"Untuk anggota kita aman semua,” kata Ketua Umum FPBI Herman Susanto saat dikonfirmasi, Sabtu (2/5).
Tidak hanya FPBI, menurut Herman, organisasi buruh di bawah komando GEBRAK juga tidak ada yang merusuh dan diamankan kepolisian. "Sejauh ini dari organisasi yang tergabung di GEBRAK juga belum ada pengaduan mas, terkait anggotanya yang ditahan," tandas dia.
Penjelasan Polisi
Polda Metro Jaya sebelumnya telah melakukan deteksi dini terhadap sejumlah kelompok orang diduga ingin merusuh dengan menyusup ke dalam demo buruh di Jakarta, khususnya di Monas maupun DPR saat peringatan Hari Buruh Internasional.
"Di tengah kebahagiaan dan optimisme yang terbangun di Hari Buruh ini masih ada upaya-upaya provokatif, destruktif yang akan mencoreng marwah demokrasi. Upaya-upaya itu terlihat dari adanya kelompok anarkis atau perusuh yang berupaya menyusup ke dalam aksi buruh," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin saat konferensi pers di gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jumat, (2/5).
Iman menjelaskan kepolisian juga mengamankan sejumlah barang diduga untuk melakukan kerusuhan saat perayaan Hari Buruh, terutama di depan gedung DPR.
"Yang pertama ada botol kosong. Sebagaimana terlihat, ada botol kosong dan kain pemicu untuk membuat bom molotov, termasuk kami juga menemukan atau mengamankan bensin atau bahan bakar yang bisa digunakan untuk dijadikan bom molotov bersama-sama dengan botol dan kain pemicu apinya," jelas dia.
Tak hanya bom molotov, kepolisian juga menemukan paku beton yang akan digunakan merusak bangunan atau pembatas jalan.
"Jadi berdasarkan keterangan yang disampaikan, mereka memanfaatkan waktu yang ada pada saat sebagian mengikuti orasi, sebagian mereka melakukan pengrusakan terhadap beton atau batas pagar pembatas sehingga rencananya kalau tiba waktunya itu terjadi kerusuhan memudahkan mereka untuk merobohkan pagar pembatas tersebut, itu gunanya paku beton," ujar dia.
Kepolisian juga menyita ketapel dengan gotri untuk menyerang petugas, termasuk sejumlah senjata tajam. Namun kepolisian telah melakukan langkah antisipatif, di mana menangkap sejumlah orang sebelum melakukan tindak pidana.
Oleh karena itu, menurut Iman, sejumlah orang tertangkap tangan membawa barang-barang berbahaya pendukung kerusuhan, saat ini sedang menjalani pemberian keterangan untuk dilakukan pendalaman, khususnya sumber pendanaan dan sumber provokasinya.
Kepolisian berharap para orang tua dan keluarga dapat segera berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya maupun kantor-kantor kepolisian terdekat. Imbauan itu diberikan kepolisian untuk menghindari disinformasi maupun misinformasi.
"Sejumlah 101 orang sedang memberikan informasi kepada kami, dan kami sampaikan setelah selesai penyampaian informasi tersebut mereka akan segera kembali ke rumahnya masing-masing," kata Iman.