Kronologi Helikopter Angkut 8 Penumpang Lepas Landas hingga Hilang Kontak di Atas Hutan Kalsel
Tim Search and Rescue (SAR) bekerja keras di tengah hujan deras dan medan hutan terjal.
Pencarian terhadap helikopter tipe BK117 D3 milik Estindo Air yang hilang kontak di kawasan Air Terjun Mandin Damar, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, masih terus dilakukan hingga Selasa (2/9). Tim Search and Rescue (SAR) bekerja keras di tengah hujan deras dan medan hutan terjal.
Hilang Kontak Sejak Senin Pagi
Helikopter dengan rute penerbangan Kotabaru (Kalsel) – Palangka Raya (Kalteng) itu lepas landas dari Bandara Syamsir Alam, Kotabaru, pada Senin (1/9) pukul 08.46 Wita. Pesawat dijadwalkan tiba di Bandara Palangka Raya sekitar pukul 10.15 Wita.
Namun, pada pukul 08.54 Wita, helikopter tercatat melakukan kontak terakhir. Setelah itu, tidak ada lagi komunikasi yang terjalin dengan AirNav dari Kotabaru, Banjarmasin, Balikpapan, maupun Palangka Raya. Laporan hilang kontak kemudian diterima Kantor SAR Banjarmasin pada pukul 12.02 Wita.
Di dalam helikopter terdapat delapan orang, termasuk seorang pilot, seorang engineer, dan enam penumpang. Mereka adalah:
-Capt. Haryanto (pilot)
-Eng Hendra (engineer)
-Mark Werren
-Yudi Febrian
-Andys Rissa Pasulu
-Santha Kumar
-Claudine Quito
-Iboy Irfan Rosa
Operasi Pencarian Dilakukan Intensif
Sejak laporan hilang kontak diterima, tim SAR gabungan segera bergerak menuju area yang diperkirakan menjadi lokasi jatuhnya helikopter, yaitu sekitar Air Terjun Mandin Damar. Hingga hari kedua pencarian, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan helikopter maupun penumpangnya.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Banjarmasin, Arianto, mengatakan pencarian dilakukan di tengah kondisi cuaca ekstrem.
"Dua SRU ini menyisir ke area dimana titik koordinat yang sebelumnya sudah ditetapkan untuk area pencarian. Sampai saat ini masih nihil, belum ada tanda-tanda fisik helikopter yang hilang," ujarnya di Posko 2 Desa Gunung Raya, Tanah Bumbu, Selasa (2/9).
Dua SRU dan Bantuan Helikopter
Proses pencarian melibatkan dua Search and Rescue Unit (SRU) SAR darat yang terdiri dari 80 personel. Sebanyak 70 orang diterjunkan langsung ke dalam hutan, sementara 10 orang lainnya siaga di posko untuk mengatur bantuan logistik.
Selain tim darat, upaya pencarian juga dibantu dua helikopter. "Bahkan, kata Arianto, tim darat juga dibantu dua helikopter, satu unit milik BNPB RI hari ini melaksanakan operasi, sedangkan satu helikopter lagi bersiaga di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru."
Kendala Cuaca dan Medan
Arianto mengungkapkan, tim menghadapi tantangan besar di lapangan. Hujan deras dan kondisi hutan yang terjal membuat proses pencarian berlangsung lambat.
"Dua SRU SAR darat melibatkan 80 personel. Sebanyak 70 orang masuk ke hutan, sedangkan 10 orang lagi bersiaga di posko untuk mengurus bantuan logistik," jelasnya.
Personel gabungan yang terlibat dalam pencarian meliputi SAR Banjarmasin, Batalyon 828 Tanah Bumbu, Lanud Syamsudin Noor Banjarbaru, Brimob Polda Kalsel, Samapta Polda Kalsel, BPBD Kalsel, BPBD Tanah Bumbu, serta sejumlah relawan SAR dari masyarakat.
Status Tanggap Darurat
Sesuai standar operasional prosedur (SOP), pihak SAR menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari sejak Senin (1/9).
"Kalau tujuh hari belum ada hasil, operasi pencarian dinyatakan selesai. Boleh diperpanjang tapi permintaan dari agen," kata Arianto.
Upaya Berlanjut
Hingga Selasa siang, pencarian masih terus dilakukan dengan memperluas area penyisiran. Meski kondisi cuaca dan medan menjadi kendala utama, tim SAR gabungan menegaskan akan memaksimalkan seluruh sumber daya untuk menemukan keberadaan helikopter dan para penumpangnya.