Kriteria Pemimpin Hipmi Dibutuhkan Saat Ini
Dedi menambahkan, kontestasi menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Hipmi, mesti mampu menggambarkan gagasan kemitraan strategis.
Direktur Eksekutif lembaga survei dan konsultan Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah buka suara soal calon pemimpin baru Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Menurut dia, hal yang dibutuhkan saat ini adalah sosok pemimpin yang diharapkan mampu mengelola kemitraan strategis. Khususnya, dengan pemerintah.
"Mampu mengelola kemitraan supaya bisa berdampak pada usahawan kelas menengah bawah untuk berkembang, dan itu berdampak pada ekonomi rakyat," kata Dedi kepada awak media, dikutip Jumat (29/5).
Dedi menambahkan, kontestasi menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Hipmi, mesti mampu menggambarkan gagasan kemitraan strategis. Dia mewanti, jangan sampai, kontestasi berubah menjadi ajang paling dekat dengan kekuasaan.
"Seharusnya adu gagasan lebih diutamakan, karena kekuasaan sudah cukup solid," saran Dedi.
Dedi mendorong, Hipmi ke depan, kata harus mampu memutus anggapan masyarakat, bahwa nahkoda merupakan sosok yang dekat dengan kekuasaan. Sebab, peran mereka sangat dibutuhkan masyarakat.
"Hipmi seharusnya berada di pihak publik," dorong Dedi.
Mitra Tanding dari Pemerintah
Sementara itu, Ekonom dari Center of Economics and Law Studies (Celios), Nailul Huda, melihat HIPMI ke depan harus menjadi 'mitra tanding' dari pemerintah. Utamanya, dalam membuat kebijakan.
"Tidak hanya 'oke' terhadap pemerintah. Pengusaha muda ini juga harus diisi pengusaha yang kritis terhadap kebijakan pemerintah," saran Nailul.
Nailul Huda juga menilai, HIPMI harus berada di tengah-tengah. Sehingga, bisa tetap objektif menjalankan peran, termasuk memberi warna sebagai perwakilan anak muda. "Jangan sampai afiliasi kepada pemerintah terlampau kuat, sehingga menghilangkan sisi kritis kaum muda," wanti Nailul.
Jika demikian, Nailul meyakini HIPMI dapat melaksanakan peran sebagai mitra strategis pemerintah. "Sinergi ini bisa dilakukan asalkan masih dalam koridor bisnis dan pemerintah," tutupnya.
Sebanyak empat calon menjadi kontestan dalam Munas XVIII, Calon nomor urut pertama yakni Reynaldo Bryan, sementara itu calon nomor urut kedua adalah Ade Jonan Prasetyo, kemudian calon nomor urut tiga adalah Afifuddin Suhaeli Kalla, dan calon keempat adalah Anthony Leong.