KRI Prabu Siliwangi-321 Segera Tiba, Kasal Buka Suara soal Giuseppe Garibaldi
Kehadiran kapal ini nantinya diprediksi akan memperkuat kedaulatan maritim Indonesia secara signifikan.
TNI Angkatan Laut (AL) bersiap menyambut kekuatan baru dalam jajaran armada tempurnya. Karena, kapal perang canggih KRI Prabu Siliwangi-321 dilaporkan telah memulai perjalanannya menuju tanah air setelah menyelesaikan serangkaian proses di Italia.
Kehadiran kapal ini nantinya diprediksi akan memperkuat kedaulatan maritim Indonesia secara signifikan.
Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Muhammad Ali mengatakan, saat ini kapal tersebut tengah mengarungi lautan luas menuju Indonesia dengan estimasi waktu tiba pada April 2026 mendatang.
"Kemudian terkait dengan KRI Prabu Siliwangi sudah berangkat kemarin ya, kemudian karena melalui jalur Afrika, mengelilingi Afrika, jadi mungkin sampai di Indonesia awal April," kata Ali di Mako Puspomal, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (12/2).
Penambahan Armada
Ali berharap, agar kapal tersebut tidak hanya sekadar tiba, namun bisa langsung dioperasikan. Penambahan armada ini merupakan bagian dari upaya modernisasi alutsista TNI AL untuk menghadapi dinamika keamanan laut yang semakin kompleks.
"Mudah-mudahan bisa langsung bergabung dengan jajaran," ujarnya.
Selain KRI Prabu Siliwangi-321, perhatian publik juga tertuju pada kabar menyusulnya Kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Italia. Ia berharap, kapal itu bisa tiba di tanah air sebelum HUT TNI pada 4 Oktober 2026.
"Kemudian untuk Garibaldi, masih dalam proses ya. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI," sebutnya.
Meski demikian, terdapat perbedaan progres antara kedua kapal tersebut, terutama dari sisi kesiapan kru. Para prajurit TNI AL yang akan mengawaki KRI Prabu Siliwangi sudah menjalani pelatihan intensif, termasuk uji coba persenjataan di luar negeri.
"Pelatihan sudah, mereka sudah melatih bahkan menembak peluru tajam sudah," jelasnya.
Kapal induk Giuseppe Garibaldi
Sedangkan untuk Kapal induk Giuseppe Garibaldi, proses administratif dan teknis masih terus berjalan secara intensif. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan melibatkan pemerintah dan pihak pabrikan asal Italia untuk memastikan kesepakatan terbaik bagi pertahanan nasional.
"Jadi masih proses negosiasilah antara TNI AL dengan Angkatan Laut Italia, dengan Fincantieri pabrikan, dan Kemhan," katanya.