Komdigi Pastikan Pemulihan Telekomunikasi Sulut Kurang dari 24 Jam Pascagempa Magnitudo 7,6
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berhasil memulihkan layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara (Sulut) sepenuhnya dalam waktu kurang dari 24 jam setelah gempa magnitudo 7,6, memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengumumkan pemulihan total layanan telekomunikasi di seluruh wilayah Sulawesi Utara. Pemulihan ini terjadi kurang dari 24 jam pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang pada Kamis (2/4) pukul 05.48 WIB. Pusat gempa berlokasi sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, memicu gangguan signifikan pada infrastruktur komunikasi di beberapa area.
Gangguan jaringan telekomunikasi sebelumnya disebabkan oleh terputusnya pasokan listrik di beberapa titik vital. Upaya cepat dilakukan oleh Komdigi bersama operator telekomunikasi untuk mengembalikan konektivitas yang sempat terputus. Berdasarkan pantauan terakhir pada Jumat pagi pukul 05.17 WIB, seluruh titik yang terdampak telah kembali beroperasi normal sepenuhnya.
Kecepatan respons ini menunjukkan komitmen pemerintah dan penyedia layanan dalam menjaga komunikasi masyarakat tetap berjalan. Pemulihan ini sangat krusial untuk koordinasi penanganan bencana serta kebutuhan informasi publik di masa darurat. Komdigi menegaskan bahwa seluruh infrastruktur digital di sana tetap andal demi mendukung keselamatan warga di Sulawesi Utara.
Dampak Awal dan Skala Pemulihan Jaringan
Gempa magnitudo 7,6 yang melanda perairan tenggara Bitung, Sulawesi Utara, sempat menyebabkan gangguan pada sejumlah titik telekomunikasi. Dari total 2.236 titik layanan di wilayah terdampak, sebanyak 223 titik atau sekitar 9,97 persen mengalami kendala operasional. Gangguan ini tersebar di berbagai lokasi, secara langsung mempengaruhi akses komunikasi warga di area tersebut.
Komdigi segera bertindak cepat untuk memetakan area yang terdampak dan mengidentifikasi penyebab gangguan secara rinci. Mayoritas masalah bersumber dari terputusnya aliran listrik yang menyuplai menara telekomunikasi di beberapa lokasi. Kondisi ini membuat sejumlah situs pemancar tidak dapat berfungsi optimal, mengganggu layanan suara dan data.
Dalam waktu singkat, tim teknis dari berbagai operator bersama Komdigi bekerja keras di lapangan untuk mengatasi kendala. Mereka berfokus untuk mengembalikan pasokan listrik atau menyediakan sumber daya alternatif secepat mungkin. Koordinasi yang efektif dan respons cepat menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pemulihan ini.
Strategi Pemulihan Cepat dan Peran Operator
Untuk mengatasi masalah pasokan listrik yang terputus, operator telekomunikasi menerapkan strategi percepatan pemulihan yang efisien. Penggunaan generator sebagai sumber daya alternatif menjadi solusi utama di lokasi yang listriknya belum stabil atau belum pulih. Langkah ini memastikan bahwa layanan dapat segera aktif kembali tanpa menunggu normalisasi pasokan listrik dari PLN.
Seluruh operator besar di Indonesia, termasuk Telkomsel, XLSmart, dan Indosat Ooredoo Hutchison, terlibat aktif dalam upaya pemulihan ini. Mereka mengerahkan tim teknis, peralatan, dan sumber daya yang diperlukan untuk memperbaiki situs yang terdampak. Kolaborasi erat antar operator dan Komdigi sangat vital dalam mencapai target pemulihan 100 persen dalam waktu singkat.
Hingga pemantauan terakhir pada Jumat pagi pukul 05.17 WIB, semua situs yang sebelumnya mengalami gangguan telah dipastikan kembali beroperasi normal. Komdigi secara berkelanjutan memantau kondisi infrastruktur digital untuk memastikan keandalannya secara jangka panjang. Hal ini penting untuk mendukung kebutuhan komunikasi masyarakat dan penanganan pascabencana di Sulawesi Utara agar tetap lancar.
Sumber: AntaraNews