Kolaborasi Laznas Salam Setara Gandeng Kitabisa Ajak Masyarakat Merefleksi Keberkahan Hidup
Zakat bukan hanya kewajiban tapi juga instrumen ekonomi kebaikan yang dapat menciptakan kesejahteraan sosial secara berkelanjutan.
Laznas Salam Setara mengajak masyarakat merefleksikan keseimbangan antara pekerjaan, keluarga dan kontribusi sosial dapat membawa keberkahan dalam hidup.
Berkolaborasi dengan Kitabisa, keduanya menggelar acara inspiratif bertajuk ‘A Path to Barakah: Keluarga Sakinah, Usaha & Karir Bernilai Ibadah’ pada akhir pekan lalu. Acara ini juga membahas terkait esensi zakat untuk keberkahan.
Direktur Eksekutif Laznas Salam Setara, Ahmad Mujahid menyampaikan, melalui zakat dan wakaf bisa melindungi dan memperkuat persaudaraan, sekaligus memberi akses yang setara untuk keluarga Muslim di Indonesia.
Menurutnya, zakat bukan hanya kewajiban tapi juga instrumen ekonomi kebaikan yang dapat menciptakan kesejahteraan sosial secara berkelanjutan.
“Semangat tersebut kami rangkum dalam Jaga+, sebuah program bantuan sosial tunai dari Kitabisa dan Laznas Salam Setara untuk melindungi warga di tengah ketidakstabilan ekonomi,” ujar Mujahid dalam keterangannya diterima merdeka.com, Minggu (16/3).
Dia menjelaskan, Jaga+ tidak selesai dengan hanya memberi bantuan, tapi juga memberikan pembinaan, pembangunan kapasitas, dan pemantauan.
Adapun, sampai saat ini program Jaga+ telah berhasil membantu lebih dari 100 keluarga, dengan 62,5 persen di antaranya mengalami peningkatan pendapatan, dan 80 persen sudah siap lepas dari program (menjadi Muzakki).
Sementara itu, CEO Kitabisa, Vikra Ijas turut memperkenalkan SalingJaga, sebuah inisiatif gotong-royong berbentuk asuransi jiwa syariah yang berbasis solidaritas yang membantu melindungi masyarakat sebelum musibah, dalam hal ini kematian, datang dan juga bisa menjadi warisan kebaikan untuk sesama.
Kematian adalah hal yang pasti. Apabila dilihat dari sisi perencanaan keuangan, kematian itu tidak murah. Ada biaya-biaya kedukaan yang tidak terduga, seperti biaya administrasi, legal, kesehatan mental dan sebagainya. Mayoritas keluarga pakai dana pribadi untuk membayar biaya kedukaan tersebut.
“Proses berduka tidak berakhir setelah 4-7 hari, bisa lebih dari enam bulan atau bahkan tidak sepenuhnya pergi dari diri kita. Sehingga, penting memiliki support system dalam merespon situasi duka. Lewat SalingJaga kami ingin menguatkan support system keluarga di kala suka dan duka,” kata Vikra.
Ikut asuransi jiwa itu sebagai bentuk self-love, dengan niat untuk giving forward, memperluas support system dan sebagai ikhtiar persiapan kematian.
“Rasanya kita mungkin tidak pernah bisa siap untuk membicarakan soal persiapan kematian. Namun, bicara soal persiapkan kematian bisa sebagai langkah awal kita untuk mewariskan kebaikan,” tuturnya.
Sekadar diketahui, A Path to Barakah adalah ruang refleksi bagi mereka yang ingin menemukan keseimbangan antara tanggung jawab dunia dan nilai-nilai spiritual.
Harapannya, acara ini dapat membuka wawasan lebih banyak orang tentang makna keberkahan yang sesungguhnya, bukan hanya dalam hal materi, tapi juga dalam ketenangan jiwa, hubungan yang harmonis, serta manfaat yang terus mengalir kepada sesama.