KN SAR Permadi Dikerahkan untuk Evakuasi Medis ABK MV Girolando Express di Selat Madura
KN SAR Permadi dikerahkan untuk evakuasi medis darurat seorang ABK MV Girolando Express berkebangsaan Filipina yang sakit parah di Selat Madura. Bagaimana kondisi korban dan proses evakuasinya?
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Surabaya telah mengerahkan KN SAR 249 Permadi untuk misi evakuasi medis darurat. Misi ini bertujuan menyelamatkan seorang Anak Buah Kapal (ABK) berkebangsaan Filipina dari MV Girolando Express yang dilaporkan sakit parah.
Insiden ini terjadi di perairan Selat Madura, tepatnya di sekitar buoy 5 atau empat mil laut timur laut Pulau Karang Jamuang. Evakuasi dilakukan setelah adanya laporan permohonan bantuan dari agen kapal pada hari Sabtu, 15 November.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, selaku SAR Mission Coordinator, memastikan respons cepat dan koordinasi lintas instansi. Korban, Jerry F (26), seorang masinis, mengalami kondisi medis serius yang memerlukan penanganan segera.
Kronologi Evakuasi Medis Darurat ABK MV Girolando Express
Kantor SAR Kelas A Surabaya segera merespons laporan permohonan bantuan evakuasi medis yang diterima. Laporan tersebut menyebutkan bahwa seorang ABK MV Girolando Express, Jerry F (26), mengalami kondisi kesehatan yang menurun drastis.
Berdasarkan komunikasi dengan kru kapal, Jerry F, yang merupakan seorang masinis, sempat pingsan saat bekerja di ruang mesin. Meskipun kemudian sadar, ia mengeluhkan kondisi kedua kakinya terasa kebas dan sangat lemah.
Selain itu, lengan dan kaki korban dilaporkan terasa dingin, meskipun masih ada sedikit pergerakan pada bagian kakinya. Menanggapi kondisi darurat ini, satu tim rescue diberangkatkan menggunakan KN SAR 249 Permadi menuju titik intercept yang telah disepakati.
Titik pertemuan tersebut berada di sekitar buoy 5 atau sekitar empat mil laut timur laut Pulau Karang Jamuang, yang berlokasi strategis di Selat Madura.
Sinergi Lintas Instansi dalam Penyelamatan ABK
Proses evakuasi medis ABK MV Girolando Express ini melibatkan koordinasi yang erat antar berbagai instansi terkait. Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan agen kapal di Indonesia dan pihak-pihak terkait lainnya.
“Kami merespons laporan permohonan evakuasi ini dengan berkoordinasi dengan agen kapal di Indonesia dan pihak terkait,” ujar Nanang dalam keterangannya di Surabaya. Koordinasi ini penting untuk memastikan kelancaran dan efektivitas operasi penyelamatan.
Sejumlah instansi yang turut serta dalam proses evakuasi ini meliputi Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Syahbandar Gresik, VTS Surabaya, dan KKP Tanjung Perak. Selain itu, Rumah Sakit PHC, KSOP Tanjung Perak, Polairud Mabes Polri, serta Polairud Polda Jawa Timur juga memberikan dukungan penuh.
Nanang menambahkan bahwa rencana evakuasi medis selanjutnya akan dilakukan melalui Pelabuhan Mirah – Tanjung Perak. Setelah tiba di daratan, korban akan segera dibawa menuju fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. “Kami memastikan seluruh prosedur evakuasi terhadap WNA dijalankan sesuai standar yang berlaku,” tegasnya, menegaskan komitmen terhadap standar operasional.
Sumber: AntaraNews