Kisah lucu Jenderal Polisi tipu calo Rp 10.000
Seorang calo menawarkan Komjen Oegroseno untuk naik jabatan. Tapi dia malah dikerjai sang jenderal. Bagaimana kisahnya?
Mantan Wakil Kepala Polri, Komisaris Jenderal Polisi (Purnawirawan), Oegroseno mengaku, sejak awal masuk pendidikan untuk menjadi seorang aparat Polisi dirinya tidak pernah menggunakan jasa perantara atau calo yang beraksi di institusi penegak hukum tersebut.
"Kalau saya bilang tidak ada (calo), orang pasti tidak akan percaya. Tapi selama ini saya tidak tahu. Mulai saya masuk Akabri sampai saya pensiun tidak pernah lewat calo," kata Oegroseno, di Jakarta, Sabtu (17/1).
Oegroseno mengaku pernah menjadi incaran calo yang meminta sejumlah uang untuk memuluskan karirnya di Kepolisian. Namun, Oegroseno merespon di luar keinginan calo tersebut.
"Saya pernah ditelepon, ngakunya pejabat SDM minta dikirimin duit Rp 50 juta, langsung saya transfer, Rp 10.000, hahaha. Terus saya telepon lagi, saya bilang sudah saya transfer Rp 10.000, nanti 0-nya saya transfer lagi," ungkap Oegroseno.
Oegroseno menyayangkan pihak-pihak yang sempat berurusan dengan calo. Oegroseno menilai, tanpa calo, seseorang bisa mendapatkan karir yang cemerlang di Kepolisian.
"Salah orang sendiri, datang kesana, tiba-tiba pake duit. Nggak usah. Saya tidak pernah temukan seperti itu," tutup Oegroseno.
Baca juga:
Polri ancam jemput paksa tersangka proyek listrik Rp 4,5 triliun
2 Pelat nomor TNI-Polri palsu disita dari perumahan elite Jakbar
Konflik tanah, Ustaz Solmed lapor ke Bareskrim Polri
30 Orang korban Ustaz Guntur Bumi lapor ke Mabes Polri
Mabes Polri rampungkan kasus kredit fiktif BSM Bogor
Bareskrim Mabes Polri bongkar pemalsuan materai di Bogor
Menipu, wanita cantik yang mengaku anak Kapolri ditahan polisi