Khofifah Ajak Teladani Gubernur Soerjo, Pahlawan Nasional yang Gugur di Agresi Militer Belanda II
Gubernur Khofifah mengajak masyarakat Jawa Timur meneladani semangat kepemimpinan Gubernur Soerjo, Pahlawan Nasional yang gugur dalam Agresi Militer Belanda II. Apa saja teladan yang bisa diambil?
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh masyarakat di wilayahnya untuk meneladani semangat kepemimpinan, keberanian, dan dedikasi Gubernur Soerjo. Ajakan ini disampaikan saat Khofifah berziarah ke makam Gubernur pertama Jawa Timur, Raden Mas Tumenggung (RMT) Ario Soerjo, di Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, pada Minggu (5/10).
Semangat pengabdian Gubernur Soerjo diharapkan menjadi inspirasi berharga bagi generasi muda. Kontribusi beliau dalam membangun daerah dan menjaga persatuan bangsa merupakan teladan yang patut dicontoh untuk kemajuan Jawa Timur dan Indonesia.
Khofifah menegaskan bahwa ziarah ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata rasa hormat dan terima kasih generasi penerus. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan ke-80 Hari Jadi Provinsi Jawa Timur yang mengusung tema “Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh”.
Penghormatan Khofifah dan Makna Ziarah
Sejak menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa selalu memimpin langsung agenda ziarah ke makam Gubernur Soerjo. Ini merupakan ziarah keenam yang dilakukannya secara pribadi, menunjukkan komitmen kuat terhadap penghormatan para pendahulu.
Khofifah menyatakan, "Kita semua punya tugas menyampaikan terima kasih kepada pendahulu-pendahulu kita, terutama kepada Gubernur Jawa Timur Pertama RMT Ario Soerjo yang dimakamkan di Magetan." Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya menghargai jasa para pahlawan.
Menurut Khofifah, ziarah ke makam RMT Ario Soerjo adalah wujud penghormatan kepada Gubernur Pertama Jawa Timur. "Enam tahun saya menjabat sebagai Gubernur, dan ini adalah ziarah saya yang keenam hadir secara langsung. Ini adalah wujud penghormatan saya kepada Gubernur Pertama Jawa Timur, Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo," ujarnya.
Profil dan Perjuangan Gubernur Soerjo
RMT Ario Soerjo menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur pada periode krusial tahun 1945 hingga 1948. Sebelum mengemban tugas tersebut, beliau juga pernah menjabat sebagai Bupati Magetan dari tahun 1938 sampai 1943, menunjukkan rekam jejak kepemimpinan yang panjang.
Sebagai Pahlawan Nasional, Gubernur Soerjo dikenal sebagai tokoh nasionalis yang berperan vital dalam mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia. Perjuangannya di wilayah Jawa Timur sangat signifikan dalam masa-masa awal kemerdekaan.
Beliau gugur pada tahun 1948 akibat peristiwa tragis saat Agresi Militer Belanda II, menjadikannya salah satu martir perjuangan bangsa. Pengorbanannya tersebut kemudian diakui dengan penetapan dirinya sebagai Pahlawan Nasional, sebuah gelar yang mengabadikan dedikasinya.
Apresiasi dan Bantuan Sosial
Dalam kesempatan ziarah tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan tali asih kepada ahli waris keluarga RMT Ario Soerjo. Bantuan ini merupakan bentuk apresiasi dan kepedulian pemerintah provinsi terhadap keluarga pahlawan.
Adapun tali asih yang diberikan berupa uang sebesar Rp3 juta, satu set peralatan makan (dinner set), dan paket sembako. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban dan menjadi simbol penghargaan.
Di akhir rangkaian acara, Gubernur Khofifah turut menyerahkan paket sembako kepada total 500 masyarakat yang tinggal di sekitar makam RMT Soerjo. Kegiatan ini menunjukkan kepedulian sosial yang melengkapi acara penghormatan terhadap pahlawan.
Sumber: AntaraNews