Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN NTB Kolaborasi Sediakan Sanitasi Layak Cegah Stunting
BKKBN NTB berkolaborasi dengan multipihak menyediakan sanitasi layak untuk mencegah stunting di Lombok Barat melalui program Genting. Fokus pada pembangunan jamban sehat dan edukasi keluarga berisiko.
Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan komitmen kuat dalam upaya pencegahan stunting. BKKBN NTB berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyediakan fasilitas sanitasi yang layak. Langkah strategis ini bertujuan untuk menekan angka stunting di Kabupaten Lombok Barat, khususnya di Desa Narmada.
Inisiatif ini diwujudkan melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang berfokus pada pembangunan jamban sehat. Pada Rabu, 20 Mei 2026, sebuah jamban sehat berhasil dibangun untuk satu keluarga yang memiliki ibu hamil di Desa Narmada, Kecamatan Narmada. Pembangunan ini mendapatkan dukungan penuh dari Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI).
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Johari Efendi, menekankan pentingnya sinergi ini. "Bantuan pembangunan jamban sehat ini menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi yang baik mampu menghadirkan solusi konkret bagi keluarga sasaran. Melalui semangat gotong royong dan kepedulian bersama, kita tidak hanya membantu menyediakan sanitasi yang layak, tetapi juga membangun lingkungan sehat," ujar Johari Efendi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2026.
Peran Kolaborasi dalam Penyediaan Sanitasi Layak
Program Genting yang diinisiasi BKKBN merupakan wujud kepedulian sosial terhadap keluarga berisiko stunting. Kolaborasi multipihak menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Selain KORPRI, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Desa Narmada dan Kepala Desa Narmada juga turut berpartisipasi aktif. Mereka memberikan bantuan tambahan bahan serta pekerja bangunan, mempercepat penyelesaian pembangunan jamban sehat tersebut.
Ketersediaan sanitasi yang memadai adalah fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Lingkungan yang sehat secara langsung berkorelasi dengan penurunan risiko berbagai penyakit, termasuk stunting. Oleh karena itu, pembangunan jamban sehat ini menjadi prioritas untuk keluarga yang membutuhkan.
Data menunjukkan bahwa di Desa Narmada, sebanyak 179 keluarga teridentifikasi berisiko stunting. Dari jumlah tersebut, 13 keluarga di antaranya belum memiliki akses terhadap jamban yang layak. Kondisi ini menjadi dasar kuat bagi BKKBN dan mitranya untuk segera bertindak, memastikan setiap keluarga memiliki fasilitas sanitasi yang memadai.
Mencegah Stunting Melalui Edukasi dan Bantuan Nutrisi
Selain pembangunan infrastruktur, BKKBN Provinsi NTB juga aktif memberikan edukasi komprehensif kepada keluarga sasaran. Edukasi ini mencakup betapa pentingnya sanitasi yang baik, penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pemenuhan gizi yang optimal bagi ibu hamil. Pemahaman yang benar tentang gizi dan kebersihan sangat krusial untuk mencegah stunting sejak dini.
Upaya pencegahan stunting tidak berhenti pada edukasi dan penyediaan sanitasi. Berbagai bantuan nutrisi juga telah disalurkan kepada keluarga berisiko. Bantuan tersebut berupa telur dan susu, yang berasal dari kontribusi berbagai pihak, baik perorangan maupun komunitas. Dukungan nutrisi ini sangat vital untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
Penyediaan nutrisi yang cukup bagi ibu hamil dan balita merupakan salah satu pilar utama dalam strategi penurunan stunting. Kombinasi antara lingkungan yang bersih, kebiasaan hidup sehat, dan asupan gizi yang memadai menciptakan kondisi ideal bagi tumbuh kembang generasi penerus. Dengan demikian, risiko stunting dapat diminimalisir secara signifikan.
Harapan untuk Gerakan Pencegahan Stunting Berkelanjutan
Johari Efendi berharap bahwa gerakan kolaboratif seperti Genting dapat terus diperluas dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting. Tujuan akhirnya adalah mewujudkan keluarga-keluarga di NTB yang sehat, mandiri, dan berkualitas.
Inisiatif ini mencerminkan pendekatan holistik dalam penanganan stunting, yang tidak hanya berfokus pada aspek medis tetapi juga pada perbaikan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Keberlanjutan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif dari semua pemangku kepentingan. Dengan demikian, dampak positifnya dapat dirasakan secara luas dan jangka panjang.
Melalui semangat kebersamaan dan kepedulian, diharapkan angka stunting di NTB dapat terus menurun. Peningkatan akses terhadap sanitasi layak dan edukasi kesehatan yang berkelanjutan akan menjadi investasi penting bagi masa depan generasi muda. Ini adalah langkah konkret menuju Indonesia Emas 2045, di mana setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Sumber: AntaraNews