Kasus Kebakaran Terra Drone: Delapan Saksi Digarap, Polisi Pastikan Pimpinannya Bukan Warga Jepang
Hingga kini, penyidik telah memeriksa delapan saksi untuk mengungkap asal mula api dan kronologi peristiwa tersebut.
Polres Metro Jakarta Pusat terus menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan Gedung Terra Drone. Hingga kini, penyidik telah memeriksa delapan saksi untuk mengungkap asal mula api dan kronologi peristiwa tersebut.
Data itu disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra hingga Rabu (9/12). Dia mengatakan, delapan terdiri dari manajemen perusahaan dan warga sekitar yang ada di lokasi kejadian.
"Jumlah saksi delapan yang sudah diperiksa, masih manajemen sama lingkungan sekitar," kata Roby dalam keterangannya, Rabu (10/12).
Polisi akan panggil pemilik gedung
Sementara itu, kepolisian menyiapkan pemanggilan terhadap pemilik gedung serta pimpinan perusahaan. Identitas pemimpin perusahaan sudah dikantongi, namun posisinya masih ditelusuri sebelum pemeriksaan dilakukan.
"Kalau pemimpin perusahaannya namanya ada, sudah kita ketahui, sudah kita mau periksa. Posisinya di mana kita mau pastikan dulu," ujar dia.
Pemilik perusahaan
Sementara status pemilik perusahaan, termasuk soal kewarganegaraannya, belum dapat dipastikan.
Roby menegaskan pihaknya belum menyimpulkan apakah pemilik perusahaan merupakan WNI atau WNA. Dia hanya memastikan bahwa perusahaan yang menaungi operasional gedung memang perusahaan asal Jepang, namun pimpinan yang akan diperiksa bukan warga negara Jepang.
"Perusahaannya perusahaan jepang. Kalau pemimpin perusahaan yang di situ bukan (orang jepang)," katanya..