LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kapolri Tito naikkan pangkat polisi korban bom Mapolresta Surakarta

Tito berharap, aksi heroik Bambang menjadi motivasi bagi anggota polisi lainnya dalam melaksanakan tugas.

2016-08-05 17:35:00
BOM DI MAPOLRESTA SOLO
Advertisement

Aipda Bambang Adi Cahyanto salah satu anggota Provos di Polresta Surakarta mendapat penghargaan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dia adalah anggota Polri yang menghadang teroris Nur Rohman untuk meledakan Polresta Surakarta.

Meski akhirnya berhasil meledakan diri di halaman Polresta Surakarta, Nur Rohman tidak bisa menimbulkan korban jiwa. Pasalnya dia dihadang oleh Bambang dan hanya Bambang yang terluka di bagian wajah.

Atas kejadian itu, Bambang dianggap pahlawan bagi banyak orang dan anggota Polri lainnya. Tito sendiri merasa tersanjung dengan perbuatan Bambang sehingga memberikan penghargaan secara langsung saat mengunjungi Polda Jawa Tengah.

"Berkat kesigapan dan ketanggapan Bambang yang tadinya berpangkat Bripka, sekarang berpangkat Aipda," ujar Tito saat ada di Polda Jateng, Jumat (5/8).

Bahkan Bambang diberikan kesempatan untuk menjadi perwira, atas keberaniannya menghadang teroris jaringan Bahrun Naim yang juga pentolan ISIS dari Indonesia untuk Suriah.

"Saya berikan kenaikan pangkat luar biasa sekaligus tiket holder untuk ikut secapa untuk menjadi perwira tahun depan. Ini karena yang bersangkutan pendapat saya berkah dari Tuhan yang maha kuasa," sambung jenderal bintang empat ini di hadapan Bambang dan hadir juga Kapolda Jateng, Irjen Condro Kirono.

Tito menerangkan, adapun hal yang membuatnya memberikan penghargaan kepada Bambang karena dianggap sebagai prajurit yang berani. Apalagi yang dihadapi ialah teroris yang siap mati.

"Dia dengan tanggap menghentikan bom meledak, tapi Alhamdulilah bom tak meledak sempurna. Kalau dengan jarak bom 1,5 meter dan meledak sempurna dia juga bisa jadi korban," kata mantan Kapolda Papua ini.

Anggota Polri lainnya sambung Tito mesti mengucapkan terima kasih kepada Bambang. Karena halauannya bisa menghentikan pelaku untuk masuk ke dalam Polres dan hanya meledak di halaman.

"Kalau tak menghentikan, pelaku masuk polres, akan ada korban juga. Saya melihat ini peristiwa luar biasa yang diberikan Allah SWT melalui Pak Bambang sehingga korbannya atau dampaknya minimal," ucapnya.

Dia berharap penghargaan ini bisa memotivasi anggota Polri lainnya untuk bisa lebih sigap dalam menjalankan tugas di lapangan. Terlebih di saat ini serangan teroris kian gencar.

Baca juga:
Kapolri segera naikkan pangkat polisi korban bom Solo
Nur Rohman atur strategi pemboman Mapolresta Solo dari kandang ayam
Usai penangkapan 4 warga Klaten, Densus 88 geledah sejumlah rumah
Kisah pelarian bomber Mapolres Solo 6 bulan tidur di kandang ayam
Bomber Mapolres Solo sempat sembunyi di kandang ayam 6 bulan
Densus 88 tangkap 3 orang terkait bom di Mapolres Solo
Densus 88 geledah rumah terduga teroris terkait bom Mapolresta Solo
Nur Rohman, bomber di Mapolresta Solo pandai merakit bom

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.