Densus 88 tangkap 3 orang terkait bom di Mapolres Solo
Merdeka.com - Densus 88 Antiteror kembali menangkap terduga teroris terkait bom di Mapolresta Solo. Mereka diduga berasal dari kelompok Nur Rohman dan ditangkap di berbagai tempat di Kabupaten Klaten.
Kapolres Klaten, AKBP Faizal, kepada wartawan membenarkan adanya penangkapan tersebut. Namun dia belum tau siapa saja yang ditangkap hari Ini.
"Kami hanya membantu saja, ini masih menunggu datanya. Kami juga belum tau apa peran mereka," ujar, Faizal Sabtu (23/7).
Informasi yang dihimpun menyebutkan ketiga terduga teroris tersebut berinisial AS (40), warga Dukuh Candirejo RT 10 RW 04, Desa Sorogaten, Kecamatan Tulung, Klaten. Kemudian W (40), warga Dukuh Jetis RT 12 RW 06, Desa Gedong Jetis, Tulung, Klaten, CBS (34), warga Glagah Kidul RT 02 RW 01, Desa Glagahwangi, Polanharjo, Klaten.
Ketiga warga klaten tersebut diduga membantu menyembunyikan Nur Rohman saat menjadi buron kepolisian usai penyergapan Densus 88 di Bekasi. Informasi yang beredar, AS merupakan kakak kandung dari Nur Rohman yang tinggal bersama keluarganya di Klaten.
Usai penangkapan ketiganya dibawa oleh tim Densus 88/AT Mabes Polri. Polisi juga akan melakukan penggeledahan dan olah TKP di rumah para terduga. Selain ketiga warga tersebut Densus juga mengamankan seorang warga lainnya.
"Ada satu lagi tapi saya belum tahu siapa yang ditangkap berikutnya. Saya belum mendapatkan informasi pasti dari anggota yang di lapangan," katanya.
Sementara itu di rumah W, Densus sempat mengamankan dua orang pekerja bangunan yang sedang merenovasi bangunan kandang ayam milik W. Kedua orang itu adalah S (32) dan AB (35). Setelah dimintai keterangan oleh anggota Polsek Tulung, keduanya kemudian dilepaskan.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya