Bomber Mapolres Solo sempat sembunyi di kandang ayam 6 bulan
Merdeka.com - Densus 88 Antiteror Mabes Polri hari ini menangkap 3 warga di Klaten, Jawa Tengah terkait bom bunuh diri di Mapolresta Solo. Di Klaten, Nur Rohman, pelaku bom bunuh diri Mapolresta Solo pada 5 Juli lalu, bersembunyi dari kejaran polisi.
Untuk menghindari kejaran polisi, Nur Rohman bekerja di sebuah peternakan ayam. Ia bahkan rela tidur di kandang ayam selama enam bulan. Nur Rohman baru muncul saat akan melakukan bom bunuh diri sehari menjelang Lebaran lalu.
"Sebelum melakukan aksi bom bunuh diri di Solo, dia lari dan bersembunyi serta tidur di peternakan ayam," ujar Kapolsek Tulung, AKP Parmo, Sabtu (23/7
Parmo mengatakan, pemilik peternakan bernama Winarno, dan peternakannya ada di Dusun Menggung, Desa Gedong Jetis, Tulung, Klaten. "Seperti sudah menjadi anak kandang, bekerja di kandang dan sekaligus tidur di kandang," ujarnya.
Kapolsek menambahkan, pasangan Agus Suharyanto-Bekti dan pasangan Winarno-Zubaidah harus berurusan dengan polisi karena dianggap melindungi Nur Rohman.
"Agus itu kakak kandung Nur Rohman, Winarno adalah pemilik usaha ternak ayam tempat Nur Rohman bekerja," jelasnya.
Dua pasangan itu, lanjut dia, saat ini masih dibawa oleh Densus 88. Rumah Agus maupun rumah dan kandang milik Winarno juga telah digeledah. Namun Parmo mengaku tidak tahu-menahu barang apa saja yang ditemukan dan dibawa Densus 88.
"Saa tidak tahu, penggeledahan tidak melibatkan Polsek. Perannya apa juga tidak tahu," tandasnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya