Kapolri Perkuat Kemandirian Pangan Polri Melalui 1.179 SPPG Baru
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo meresmikan 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 gudang ketahanan pangan, memperkuat Kemandirian Pangan Polri dan ekosistem rantai pasok.
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus berupaya meningkatkan ketahanan dan kemandirian pangan di lingkungan internalnya. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo secara resmi meluncurkan program besar ini. Upaya ini dilakukan melalui pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dilengkapi fasilitas kemandirian pangan.
Program ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem rantai pasok bahan baku dan menjamin ketersediaan gizi bagi personel Polri. Peresmian 1.179 SPPG serta 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri ini dilakukan oleh Presiden RI di Jakarta Barat. Acara penting ini menandai langkah strategis Polri dalam mewujudkan swasembada pangan.
Inisiatif ini tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan internal, tetapi juga dirancang untuk menciptakan efek berganda. Melibatkan petani, peternak, UMKM, dan pelaku logistik lokal, program ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Inovasi SPPG untuk Kemandirian Pangan
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyoroti bagaimana sejumlah SPPG Polri kini dilengkapi dengan keunggulan kemandirian pangan. Hal ini menjadi bagian integral dari strategi Polri untuk memperkuat ekosistem rantai pasok bahan baku. Salah satu contoh nyata adalah SPPG Polda Metro Jaya yang memanfaatkan lahan seluas 49 hektare.
Lahan tersebut kini menjadi rumah bagi berbagai fasilitas produksi pangan. Tersedia tambak ikan yang menampung 102.000 ekor ikan bandeng, nila, dan mujair, serta 600.000 ekor udang. Selain itu, terdapat kandang yang berisi 1.000 ekor ayam dan 100 ekor kambing, membentuk siklus rantai pakan yang berkelanjutan.
SPPG Polda Metro Jaya juga aktif mengembangkan metode pertanian modern seperti tanaman hidroponik dan sistem biofloc. Inovasi ini terus ditingkatkan sebagai penopang utama ketersediaan bahan baku dapur. Pengembangan ini menunjukkan komitmen Polri terhadap Kemandirian Pangan Polri yang berkelanjutan.
Tidak hanya di Jakarta, Kapolri mengatakan bahwa SPPG Polda DI Yogyakarta juga menunjukkan kemajuan signifikan. Fasilitas ini memiliki pabrik pakan ayam, kandang ayam, greenhouse, dan gudang sentral. Semua fasilitas ini dirancang untuk mendukung penyimpanan dan distribusi bahan baku secara efisien.
Standarisasi Kualitas dan Keamanan Pangan
Polri tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pada jaminan kualitas dan keamanan pangan. Sebanyak 201 SPPG Polri telah berhasil memperoleh Sertifikat Laik Higienis Sanitasi. Selain itu, 119 SPPG Polri telah memiliki Sertifikat Halal, dan 147 SPPG Polri telah mengantongi Sertifikat Uji Laboratorium Air.
Untuk memastikan standar tersebut berjalan optimal, SPPG Polri dilengkapi dengan berbagai peralatan canggih. Peralatan seperti filter air dan water heater digunakan untuk pengelolaan air. Sementara itu, biotank berfungsi untuk pengelolaan limbah, serta rak food tray UV dan steamer food tray guna menjaga kebersihan sanitasi dan kualitas penyajian.
Kapolri menegaskan bahwa seluruh SPPG Polri menerapkan prinsip food security dan food safety secara ketat untuk mempertahankan zero accident. Pengamanan ini dilakukan melalui penggunaan test kit sebagai quality control demi memastikan bahan pangan aman dan layak konsumsi.
Dalam upaya menjamin ketersediaan test kit, Polri mengembangkan Farmapol Pusdokkes sebagai produsen food safety kit. Pada tahap awal, Farmapol Pusdokkes mampu menyediakan 400 unit per bulan. Target jangka menengah adalah memenuhi kebutuhan 1.500 SPPG Polri, dan jangka panjang diproyeksikan mampu mendukung 33.000 SPPG secara nasional.
Dampak Ekonomi dan Sosial Program Kemandirian Pangan
Penguatan ekosistem Kemandirian Pangan Polri ini memiliki tujuan ganda. Selain memenuhi kebutuhan rantai pasokan bahan baku SPPG, program ini juga berupaya menciptakan multiplier effect yang signifikan bagi masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui pelibatan aktif petani, peternak, UMKM, dan pelaku logistik lokal.
"Penguatan ekosistem ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan rantai pasokan bahan baku SPPG, sekaligus menciptakan multiplier effect melalui pelibatan petani, peternak, UMKM, dan pelaku logistik lokal, sehingga mampu mendukung perputaran ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ucap Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Program ini diharapkan mampu mendukung perputaran ekonomi di daerah, membuka lapangan pekerjaan baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Dengan demikian, inisiatif Kemandirian Pangan Polri tidak hanya berdampak pada internal kepolisian, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi nasional.
Peresmian 1.179 SPPG dan 18 gudang ketahanan pangan ini dilakukan oleh Presiden RI di SPPG Palmerah, Jakarta Barat. Acara penting ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djamari Chaniago, serta Kepala Badan Pengawas Obat dan dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar.
Sumber: AntaraNews