Kapolri: Angka Kecelakaan Mudik 2026 Turun 40 Persen di Hari Keenam
Hal ini berdasarkan evaluasi hingga hari keenam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, angka kecelakaan lalu lintas tercatat mengalami penurunan yang sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini berdasarkan evaluasi hingga hari keenam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
"Yang jelas di sisi lain saya mungkin perlu informasikan ke rekan-rekan bahwa sampai dengan hari keenam ini, Alhamdulillah jumlah kecelakaan lalu lintas yang dilaporkan pada kita ini menurun 40,91% atau 682 kasus dibandingkan pada operasi ketupat tahun 2025 kemarin," kata Sigit di Polda Metro Jaya, Rabu (18/3).
Meskipun angka kecelakaan menurun, volume kendaraan yang meninggalkan ibu kota justru mengalami lonjakan yang cukup tajam.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas kepolisian di titik-titik krusial seperti gerbang tol utama menuju arah timur.
"Perkiraan untuk saat ini yang keluar dari Jakarta sebesar 1.213.388 kendaraan. Ini yang melalui tol atau naik 20,89% dibandingkan volume lalu lintas harian normal atau naik 2,83% dibandingkan lebaran tahun 2025," jelasnya.
Ada Kepadatan di Gerbang Tol dan Pelabuhan Penyeberangan
Pantauan terkini menunjukkan adanya kepadatan di beberapa gerbang tol dan pelabuhan penyeberangan.
Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya rekayasa lalu lintas untuk mengurai antrean panjang kendaraan tersebut.
"Titik yang paling padat saat ini yang termonitor mungkin rekan-rekan beberapa waktu yang lalu Gilimanuk, namun alhamdulillah perlahan sudah bisa kita urai, sedangkan di jalur tol di Gerbang Tol Cikatama," tegasnya.
Polri juga memastikan kenyamanan pemudik dengan menyediakan pos-pos terpadu di sepanjang jalur arteri maupun jalan tol.
Fasilitas ini disiapkan agar masyarakat bisa beristirahat dengan layak dan mendapatkan layanan kesehatan secara cuma-cuma jika merasa lelah.