Kaesang soal Pilkada Langsung atau Lewat DPRD: PSI Satu Suara dengan Rakyat
Harus diakui, Kaesang mengatakan Pilkada langsung memiliki kekurangan.
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep mengungkap arah partainya soal isu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dipilih DPRD. Ia mengatakan PSI akan satu suara dengan rakyat soal sistem Pilkada.
"Meskipun PSI saat ini belum memiliki kewenangan menentukan sikap di Senayan terkait revisi undang-undang. Namun, saya tegaskan sikap PSI akan selalu satu suara dengan rakyat Indonesia," ujarnya saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Hotel Claro Makassar, Kamis (29/1).
Kaesang mengakui isu sistem Pilkada apakah lewat DPRD atau langsung menjadi perhatian masyarakat. Ia mengatakan Pilkada langsung sudah dilakukan sejak 20 tahun lalu atau tahun 2005.
"Artinya hampir 20 tahun kita menjalani proses demokrasi. Evaluasi terus dilakukan," kata Kaesang.
Pilkada Langsung Punya Kekurangan
Kaesang mengatakan Pilkada langsung memiliki kekurangan. Dirinya mencontohkan Pilkada langsung membuat banyak terjadi politik uang.
"Kita harus jujur mengakui pemilihan langsung masih memiliki berbagai kekurangan. Mulai dari praktik politik amplop hingga persoalan ambang batas. Pencalonan yang awal mulanya berbasis kursi, lalu diubah menjadi ambang batas perolehan suara-suara sah partai politik," kata anak bungsu Presiden ke-7 Jokowi ini.
"Dalam konteks ini PSI berpandangan bahwa partisipasi masyarakat adalah kunci utama dalam menentukan sistem pemilu kita seperti apa ke depannya," ucapnya.