Jumlah KPM PKH Gowa Naik 100% Lebih, Bupati Husniah Pastikan Distribusi KKS PKH dan BPNT Tepat Sasaran
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang memastikan **distribusi KKS PKH dan BPNT** tepat sasaran, seiring lonjakan signifikan jumlah Keluarga Penerima Manfaat di Gowa. Bagaimana strategi pemerintah daerah?
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang secara langsung memimpin **distribusi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Program Keluarga Harapan (PKH)** dan program sembako di Kecamatan Biringbulu. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan bantuan sosial tersalurkan dengan tepat sasaran. Bupati menekankan pentingnya kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
Kunjungan langsung ini bertujuan agar masyarakat dapat merasakan kehadiran pemerintah dalam berbagai bidang, termasuk sosial, pendidikan, dan kesehatan. Bupati Talenrang juga memanfaatkan kesempatan ini untuk berdialog serta menyerap aspirasi warga secara langsung. Hal ini dilakukan demi efektivitas program bantuan yang dijalankan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gowa menyoroti peningkatan signifikan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di wilayahnya. Data menunjukkan KPM PKH naik dari 13.603 keluarga pada tahun 2022 menjadi 27.707 keluarga di tahun 2023. Ini menunjukkan jangkauan program kesejahteraan semakin meluas.
Komitmen Pemerintah Daerah dan Peningkatan KPM
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan kembali komitmennya dalam memastikan setiap bantuan yang disalurkan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. "Kami berkomitmen agar bantuan yang disalurkan betul-betul tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan," ujarnya di Gowa, Rabu. Pernyataan ini menjadi landasan utama dalam setiap program kesejahteraan yang dijalankan.
Program "One Day One District" yang diinisiasi oleh pemerintah daerah merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di seluruh kecamatan. Melalui program ini, pemerintah berharap dapat lebih responsif terhadap kebutuhan warga. Interaksi langsung ini juga memungkinkan identifikasi masalah dan solusi yang lebih efektif.
Data terbaru menunjukkan lonjakan drastis pada jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Gowa. Peningkatan ini mencapai lebih dari 100%, dari sekitar 13.603 keluarga pada tahun 2022 menjadi 27.707 keluarga pada tahun 2023. Angka ini mencerminkan perluasan cakupan program dan kebutuhan masyarakat akan bantuan sosial.
Selain PKH, total KPM Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) di Gowa mencapai 52.210 keluarga. Khusus di Kecamatan Biringbulu, terdapat 30 keluarga penerima, sementara di Kecamatan Tompobulu tercatat 38 keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa **distribusi KKS PKH dan BPNT** menjadi fokus utama pemerintah daerah.
Realisasi Bantuan Pangan dan Intervensi Lanjutan
Pemerintah Kabupaten Gowa juga telah merealisasikan **distribusi bantuan pangan** berupa beras kepada puluhan ribu keluarga. Dalam periode Juni-Juli 2025, sebanyak 47.184 keluarga telah menerima masing-masing 20 kg beras. "Semua ini menjadi bukti bahwa program-program kesejahteraan sudah berjalan nyata di lapangan," jelas Bupati Talenrang.
Selain bantuan reguler, Pemkab Gowa berkolaborasi dengan Lacak dan Baznas untuk memberikan bantuan sembako kepada warga miskin ekstrem. Lima warga di Kecamatan Biringbulu dan tiga warga di Kecamatan Tompobulu menjadi penerima bantuan tambahan ini. Kolaborasi ini menunjukkan pendekatan holistik dalam penanganan kemiskinan.
Bupati Talenrang menambahkan bahwa bagi masyarakat yang belum terdaftar dalam program PKH maupun BPNT, pemerintah daerah akan melakukan intervensi melalui Lacak dan Baznas. "Nanti tim akan melakukan assesmen untuk diberikan bantuan lain sesuai kebutuhan," terangnya. Ini menjamin tidak ada warga yang terlewat dari perhatian pemerintah.
Dampak Positif Bantuan bagi Masyarakat
Salah satu penerima bantuan dari Kecamatan Biringbulu, Normawati, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima. Sebagai petani jagung, bantuan ini sangat meringankan beban kehidupannya sehari-hari. Pengakuan ini menjadi bukti nyata dampak positif program pemerintah.
"Alhamdulillah pasti bersyukur bisa dapat bantuan setiap bulan," ucap Normawati. Ia berencana menggunakan bantuan tersebut untuk kebutuhan pokok sehari-hari, termasuk sembako dan peralatan sekolah anak-anaknya. Ini menunjukkan bagaimana bantuan tersebut secara langsung mendukung keberlangsungan hidup keluarga.
Kisah Normawati merefleksikan harapan ribuan KPM lainnya di Gowa yang sangat terbantu dengan adanya program **distribusi KKS PKH dan BPNT**. Bantuan ini tidak hanya sekadar meringankan beban finansial, tetapi juga memberikan jaminan sosial bagi keluarga prasejahtera. Pemerintah terus berupaya memperluas cakupan dan efektivitas program ini.
Sumber: AntaraNews