LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jokowi: Tak hanya Indonesia yang alami perlambatan ekonomi

Jokowi menyebut salah satu alasan perlambatan ekonomi karena krisis di Yunani, naiknya suku bunga, depresiasi Yuan, dsb.

2015-08-24 12:11:43
Pertumbuhan Ekonomi
Advertisement

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan seluruh gubernur, Kepala Kepolisian Daerah dan Kepala Kejaksaan Tinggi seluruh Indonesia di Istana Bogor. Jokowi ingin menyamakan persepsi guna mengantisipasi perlambatan ekonomi yang terjadi di Tanah Air.

"Perlu kita ketahui bersama bahwa ada perlambatan ekonomi yang kita alami, tetapi tak hanya negara kita yang mengalami. Negara lain mengalami yang lebih berat dibanding kita," kata Jokowi di Istana Bogor, Senin (24/8).

Jokowi menjelaskan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi perlambatan ekonomi di Indonesia dan negara-negara lain. Di antaranya karena krisis di Yunani, kenaikan suku bunga, depresiasi Yuan, ramainya Korea Selatan-Korea Utara dan lain sebagainya.

"Hal-hal tersebut perlu diantisipasi bersama, semuanya harus mempunyai pemikiran yang sama dan garis yang sama apa yang harus kita lakukan. Jangan sampai kita sudah berikan garis, masih ada di luar garis," tegas Jokowi.

"Pertama, yang paling penting tujuan kita berbangsa dan bernegara yakni masyarakat adil dan makmur. Bisa kita capai kalau kita ekonomi yang baik dan ditopang oleh banyak hal. Oleh APBN, oleh APBD, BUMN, dan investasi swasta artinya kalau belanja APBN, APBD, BUMN swasta nasional dan asing bergerak itu yang akan beri pertumbuhan ekonomi," tutup Jokowi.

Dalam kesempatan ini, hadir sejumlah menteri-menteri yang tergabung dalam Kabinet Kerja pemerintahan Presiden Jokowi. Seperti Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Seskab Pramono Anung dan lain sebagainya.

Selain itu, hadir juga Ketua KPK Taufiequrachman Ruqi, Jaksa Agung HM Prasetyo, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dan lainnya.

Baca juga:
Mungkinkah ramalan Amien Rais terbukti RI bubar kayak Uni Soviet?
Sinyal kepanikan pemerintah dan BI saat Rupiah dekati Rp 14.000/USD
Bank Indonesia sebut punya strategi penguatan Rupiah
Ekonomi ditarget tumbuh 5,5 persen, DPR nilai Jokowi terlalu optimis
Bank Indonesia klaim mati-matian jaga Rupiah agar tidak ambruk
DPR: Target pertumbuhan ekonomi 5,5 persen terlalu ambisius
Selain pajak, menkeu tak masalah pertumbuhan ekonomi juga direvisi

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.