Ekonomi ditarget tumbuh 5,5 persen, DPR nilai Jokowi terlalu optimis
Merdeka.com - Dalam pidato penyampaian nota keuangan dan draf RAPBN 2016, Presiden Jokowi menuturkan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional tahun depan sebesar 5,5 persen. Menurut Jokowi, penentuan target itu sudah mempertimbangkan kondisi perekonomian global.
DPR justru menilai sebaliknya. Pemerintahan Jokowi-JK dinilai terlalu optimis memandang kondisi perekonomian nasional tahun depan.
Ketua Badan Anggaran DPR, Ahmadi Noor Supit menyatakan bahwa rasa optimisme Jokowi melambung terlalu tinggi. Apalagi faktanya, pada semeter I tahun ini saja ekonomi cuma tumbuh 4,6 persen.
"Saya menduga itu terlalu optimis. Saya katakan kalau sekarang kita perkirakan pertumbuhan ekonomi tidak mencapai angka 5. Kemudian menetapkan 5,5 di tahun berikutnya. Sementara kondisi perekonomian dunia tidak membaik, kita cemas juga apakah itu akan tercapai," kata Ahmadi di Kompleks Parlemen DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
Dia menyayangkan kepercayaan diri pemerintahan Jokowi yang dicerminkan dari nota keuangan dan asumsi makro RAPBN 2016. Ahmadi menuturkan, target-target itu masih bisa dievaluasi sesuai perkembangan ekonomi terkini.
"Jangan sampai APBN itu selalu tidak tercapai. Itu kan tidak bagus untuk politiknya pemerintah," tutupnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya