Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bank Indonesia klaim mati-matian jaga Rupiah agar tidak ambruk

Bank Indonesia klaim mati-matian jaga Rupiah agar tidak ambruk Rupiah. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah yang mulai menembus angka di atas Rp 13.800 per dolar AS akhirnya mulai membuat Bank Indonesia panik. Nilai tersebut sudah melebihi batas fundamental atau undervalue. BI mengaku terus mengupayakan menjaga atau mempertahankan posisi nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengaku, setiap hari pihaknya terus memantau pergerakan Rupiah di pasar uang. "Bank Indonesia itu tidak hanya khawatir, Bank Indonesia sudah mati-matian menjaga stabilitas nilai tukar rupiah‎," ujar Perry saat ditemui di gedung BI, Jakarta, Selasa (18/8).

Tidak hanya Rupiah, perkembangan perekonomian dunia juga membuat Bank Indonesia was-was. Laju pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan bakal kembali melambat. Tentu saja ini berpotensi besar memperlambat pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan, perlambatan ekonomi dunia dipengaruhi kondisi ekonomi AS serta China. Pertumbuhan ekonomi Amerika diperkirakan tidak setinggi yang diharapkan. Sementara dari China, kebijakan devaluasi Yuan membuat nilai tukar mata uang negara berkembang ambruk.

"Perekonomian dunia yang secara umum diperkirakan melambat berdampak pada masih menurunnya harga komoditas internasional. Di sisi lain, pasar keuangan global masih menghadapi risiko yang tinggi dengan ketidakpastian kenaikan suku bunga The Fed di AS dan kebijakan penyesuaian nilai tukar Yuan," tegasnya.

Kondisi ini berdampak pada melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia‎ pada triwulan II 2015. Namun, Bank Indonesia memperkirakan kondisi ini akan membaik di triwulan III dan IV 2015.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP