Selain pajak, menkeu tak masalah pertumbuhan ekonomi juga direvisi
Merdeka.com - Meski banyak pihak meragukan, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro tetap optimis target pertumbuhan ekonomi tahun depan yang dipatok 5,5 persen bisa tercapai.
"Nanti kita lihat perkembangan terakhir, karena World Economic Outlook melihatnya tahun depan masih bagus," ujar dia yang ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (20/8).
Namun pemerintah tak keberatan jika Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta target pertumbuhan ekonomi direvisi. namun, revisi target tersebut harus sesuai dengan kondisi ekonomi global yang ada saat ini.
"Kita masih punya waktu ya untuk menentukan itu. Pemerintah tidak keberatan misalkan harus direvisi," kata dia.
Seperti diketahui, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan sebesar 5,5 persen. Target pemerintah dinilai terlalu ambisius dan sulit tercapai.
"Target Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen sulit dicapai. Bahkan, tidak sesuai dengan target RPJMN 2015-2019 yakni 6-7 persen. Memang memungkinkan untuk tumbuh tinggi tapi pemerintah belum beri arah jelas terkait arah perekonomian," ujar Anggota Fraksi PKS DPR RI Abdul Fikri Fakih dalam Sidang Paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (20/8).
Anggota Fraksi PAN DPR Laila Istiana menilai target pertumbuhan ekonomi tahun depan yang dipatok sebesar 5,5 persen terlalu tinggi. Untuk itu, dia meminta pemerintah merevisi target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen.
"Kami dorong pemerintah prioritaskan pertumbuhan di sektor pertanian, pertambangan dan pengolahan dalam pencapaian pertumbuhan ekonomi 2016," kata Laila. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya