Jika terpilih pimpin KPK, Hendardji jamin bebas dari intervensi TNI
Hendardji janji tidak akan menganakemaskan lembaga manapun.
Calon Pimpinan KPK (capim KPK) Mayjen TNI (Purn) Hendardji Supandji berjanji tidak akan menganak-emaskan siapapun jika ia terpilih dan dilantik menjadi pimpinan KPK. Hal ini ditegaskan Hendardji ketika menjawab pertanyaan anggota pansel KPK Eny Nurbaningsih tentang adanya kemungkinan jika pimpinan TNI bisa menekan dia dalam kasus apa pun.
"Ada 4 peradilan. Kami terus bangun komunikasi dengan TNI. TNI itu juga bekas anak buah saya, pasti akan dengar baik. Kami tidak akan menganakemaskan siapapun," ujar Hendardji dalam sesi tanya jawab dengan 9 anggota pansel KPK, Selasa (25/8).
Meski erat dengan gaya kepemimpinan komando militer, mantan Pangdam Jaya ini juga berjanji akan senantiasa menjalin kerja sama dengan komisioner lainnya di KPK, baik dari kalangan sipil maupun polisi nanti. Kata dia, yang pasti gaya militer tidak akan masuk dalam cara kerja KPK nantinya.
"Saya pensiun lima setengah tahun. Status saya adalah sipil. Tidak ada jalur komando. Saya sudah terbiasa dengan itu (hidup sipil) selama 5 tahun lalu. Yang jelas akan ada strategi penguatan lembaga yaitu penguatan internal. Rekan komisioner adalah rekan kerja. Proses dalam KPK berjalan sebagaimana mestinya. Aturan mekanisme KPK akan kami jalani. Jalur dari luar tidak kami pakai," pungkas dia.
Baca juga:
Bila lolos, Basaria janji tak bela tersangka korupsi dari Polri
Pansel KPK cecar Alex Marwata soal dissenting kasus Dhana Widyatmika
19 Capim KPK jalani ujian akhir pekan ini, berikut jadwal lengkapnya
Pansel KPK tidak langsung coret calon dengan transaksi mencurigakan
Demi ungkap kasus Century, DPR akan paksa capim KPK bikin perjanjian
Capim KPK dari Kejaksaan dan Polri syarat kriminalisasi
Keberanian dan kemandirian capim KPK dari Polisi-Jaksa diragukan