Jenazah Yazid, Pendaki Yang Hilang di Bukit Mongkrang Akan Dimakamkan Malam Ini
Dalam surat lelayu yang beredar, jenazah akan dimakamkan pukul 19.30 WIB di Pemakaman Gawanan tak jauh dari rumah duka.
Jenazah Yazid Ahmad Firdaus (26), pendaki Bukit Mongkrang di Lereng Gunung Lawu, saat ini masih dalam proses evakuasi. Rencananya, setelah tiba di RSUD Karanganyar, jenazah akan langsung dimakamkan oleh pihak keluarga.
Dalam surat lelayu yang beredar, jenazah akan dimakamkan pukul 19.30 WIB di Pemakaman Gawanan tak jauh dari rumah duka. Berangkat dari rumah duka Perum Angsana E5 RT 3 RW 12, Kelurahan Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.
Seperti diberitakan sebelumnya, pendaki asal Karanganyar Yazid Ahmad Firdaus, yang hilang sejak 18 Januari lalu, ditemukan Selasa (9/2) pukul 08.45 WIB di sekitar aliran sungai kawasan Bukit Mitis.
Di Lintasan Tapak Nogo
Informasi yang dihimpun menyebutkan lokasi penemuan anak pasangan Sapto Mulyono dan Rustiningsih berada di lintasan Tapak Nogo. Jalur tersebut dikenal memiliki kontur medan terjal dan sulit diakses.
Relawan menyebutkan, laporan awal penemuan korban berasal dari komunitas Wanadri Bandung yang turut terlibat dalam pencarian.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno membenarkan kabar ditemukannya warga (26), warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar. Hendro memastikan penemuan korban dilakukan oleh relawan gabungan yang sejak awal terlibat dalam operasi pencarian.
"Iya, tadi kita temukan bersama oleh teman-teman relawan tadi pagi sekitar jam 8.50 WIB," ujar Hendro kepada awak media.
Jasad Korban Ditemukan di Lokasi
Dikatakan Hendro, jasad korban ditemukan di lokasi yang cukup sulit dijangkau. Medan di sekitar sungai tersebut dikenal terjal, licin, dan memiliki tingkat risiko tinggi bagi tim pencari.
"Jalurnya memang ekstrem, di aliran sungai. Jadi butuh kehati-hatian," katanya.
Kronologi Pendakian
Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, saat pendakian Bukit Mongkrang, korban ditemani tiga rekannya melalui jalur pendakian resmi. Rombongan memulai pendakian sekitar pukul 06.30 WIB dan sempat mencapai puncak sebelum memutuskan untuk turun.
Namun, saat perjalanan turun, rombongan terpisah di sekitar Pos 3. Tiga rekan Yazid berhasil kembali ke basecamp dengan selamat. Namun nahas Yazid tidak kunjung sampai pos hingga sore hari.
Upaya pencarian mandiri yang dilakukan oleh rekan-rekannya tidak membuahkan hasil. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke petugas basecamp dan diteruskan kepada pihak berwenang. Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) resmi dimulai pada Senin (19/1/2026), melibatkan Basarnas, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat.
Penyisiran dilakukan di hampir seluruh kawasan Bukit Mongkrang. Namun, kondisi cuaca buruk dan medan ekstrem menjadi kendala utama. Hingga hari ke-13 pencarian, korban belum ditemukan, sehingga operasi SAR resmi ditutup pada Sabtu (31/1/2026).
Meski operasi SAR telah dihentikan, upaya pencarian secara mandiri oleh relawan terus dilakukan hingga akhirnya korban ditemukan Selasa (10/2). Saat ini, proses evakuasi masih berlangsung dilakukan oleh tim relawan gabungan.