Jejak Berdarah, Petunjuk Polisi Bongkar Kasus Pembunuhan Bos Kerupuk di Palembang
Jejak itu ditemukan di rumah toko korban yang diduga usai membunuh korban. DM sendiri mengalami luka di leher dan punggung.
Polisi masih memburu perampok yang menewaskan bos kerupuk, DM (52), dan melukai istrinya, YN (40), di Palembang. Sejumlah barang bukti ditemukan, termasuk jejak kaki berdarah milik pelaku.
Jejak itu ditemukan di rumah toko korban yang diduga usai membunuh korban. DM sendiri mengalami luka di leher dan punggung.
"Ada jejak kaki berdarah kita temukan di TKP, diduga kuat milik pelaku," ungkap Kasatreskrim Polrestabes Palembang AKBP Andrie Setiawan, Kamis (27/11).
Agar perburuan lebih optimal, petugas membentuk tim gabungan yang berasal dari Satreskrim Polrestabes Palembang, Jatanras Polda Sumsel, dan petugas Polsek Ilir Timur II Palembang. Ada juga tim yang bertugas memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi.
"Kami upayakan pelaku dapat segera ditangkap," kata Andrie.
Sementara YN, Andrie menyebut kondisinya mulai membaik. Namun korban perlu perawatan lebih lanjut karena belum stabil sehingga belum dapat dimintai keterangan.
"Kita belum bisa periksa istri korban karena belum begitu stabil," kata Andrie.
Sebelumnya, pasangan suami istri dirampok yang menyebabkan seorang tewas dan lainnya kritis. Perampokan itu dialami pemilik usaha kerupuk terkenal di Palembang yang berlokasi di kawasan pertokoan 15 Ilir, Selasa (25/11) malam.
Korban DM (52), tewas dengan luka di leher dan istrinya YN (40), luka di tempat yang sama dan kini dirawat di rumah sakit.
Korban Dirampok Pulang dari Makan
Perampokan diketahui saat YN dan pembantunya, FR, pulang dari makan di sebelah rumahnya. Begitu masuk, korban mendengar teriakan minta tolong dari suaminya.
Tak lama, mereka menemukan korban DM sudah tewas tergeletak dan pelaku masih berdiri di sana. Pelaku lantas menodongkan senjata api ke FR dan meminta uang Rp3 juta.
Korban Serahkan Uang di Dompet
Takut dibunuh, FR menyerahkan uang yang diminta dari dompet. Kemudian pelaku menggeledah lantai dua rumah.
FR dan anak korban YN masuk ke kamar dan mengunci pintu. Mereka lantas menelpon anggota keluarga lain dengan maksud meminta tolong.
Begitu tiba di depan, saksi lain menemukan korban YN keluar dari rumah dengan luka di leher. Korban pun dilarikan ke rumah sakit.