Jasindo Cegah Stunting di NTT Lewat Program Narasemesta, Sasar Ibu Hamil dan Anak-anak
PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) menunjukkan komitmen kuatnya dalam upaya Jasindo cegah stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program Narasemesta, memberikan edukasi gizi dan bantuan vital. Program ini bertujuan menciptakan generasi sehat dan.
PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) meluncurkan program Narasemesta sebagai bagian dari komitmen perusahaan. Program ini secara khusus berfokus pada pencegahan stunting pada anak-anak serta edukasi komprehensif bagi ibu hamil. Inisiatif ini merupakan wujud dukungan Jasindo terhadap pembangunan berkelanjutan, terutama pada aspek kesehatan masyarakat.
Direktur SDM dan Umum Asuransi Jasindo, Dewi Utari, menyatakan bahwa stunting bukan hanya sekadar persoalan kesehatan. Lebih dari itu, stunting juga menyangkut masa depan generasi bangsa yang akan datang. Oleh karena itu, Jasindo berkomitmen penuh untuk mengatasi masalah krusial ini.
Program Narasemesta dilaksanakan di Desa Tetaf, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemilihan lokasi ini didasarkan pada tingginya risiko stunting dan keterbatasan akses terhadap pangan bergizi serta layanan kesehatan. Jasindo berharap intervensi ini dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.
Komitmen Jasindo untuk Generasi Sehat
PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Fokus utamanya adalah pada aspek kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya Jasindo cegah stunting. Direktur SDM dan Umum Asuransi Jasindo, Dewi Utari, menegaskan bahwa stunting bukan hanya masalah kesehatan, melainkan juga menyangkut masa depan bangsa.
Melalui program Narasemesta, Jasindo berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program ini secara spesifik menargetkan pencegahan stunting pada anak-anak. Selain itu, edukasi komprehensif juga diberikan kepada ibu hamil di Desa Tetaf, Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Tema yang diusung dalam program ini adalah “Cegah Stunting melalui Cipta Generasi Sehat & Edukasi Pangan Bergizi”. Pendekatan yang digunakan meliputi aspek edukatif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat secara langsung. Ini menunjukkan strategi holistik Jasindo dalam mengatasi masalah stunting.
Edukasi dan Dukungan Gizi Holistik
Kegiatan dalam program Narasemesta mencakup berbagai inisiatif penting. Edukasi gizi seimbang diberikan sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak. Sosialisasi pola hidup bersih dan sehat juga menjadi bagian integral dari program ini.
Jasindo juga memperkuat layanan posyandu dan puskesmas setempat. Penguatan ini bertujuan untuk deteksi dini risiko stunting yang lebih efektif. Dewi Utari menyatakan bahwa “Melalui Narasemesta, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat untuk memberikan edukasi, dukungan gizi, serta mendorong kemandirian pangan, sehingga upaya pencegahan bisa dilakukan secara berkelanjutan.”
Selain edukasi, dukungan gizi juga disalurkan secara langsung kepada masyarakat. Bantuan pangan bergizi seperti beras, telur, dan biskuit jagung diberikan kepada peserta. Program ini juga mendukung kemandirian protein dengan menyalurkan 150 ekor ayam pullet lengkap dengan pakan dan perlengkapannya.
Sekitar 150 peserta terlibat dalam program ini, meliputi ibu hamil, ibu dengan anak usia 1.000 HPK, ibu dengan balita, remaja calon pengantin, hingga masyarakat umum. Ini menunjukkan cakupan program yang luas dan inklusif dalam upaya Jasindo cegah stunting.
Penguatan Layanan Kesehatan dan Ketahanan Pangan
Untuk memperkuat layanan kesehatan di Desa Tetaf, Jasindo juga memberikan bantuan alat kesehatan. Alat-alat penting seperti timbangan bayi digital, infantometer, dan stadiometer disalurkan. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas fasilitas kesehatan setempat dalam memantau pertumbuhan anak.
Di sisi ketahanan pangan, perusahaan turut memberikan dukungan signifikan. Bantuan alat pertanian seperti cultivator dan solar dryer disediakan untuk masyarakat. Langkah ini bertujuan untuk mendorong kemandirian pangan dan memastikan ketersediaan nutrisi yang cukup di wilayah tersebut.
Pemilihan Desa Tetaf sebagai lokasi program didasarkan pada analisis mendalam. Desa ini memiliki risiko stunting yang tinggi serta menghadapi keterbatasan akses terhadap pangan bergizi dan layanan kesehatan. “Kami ingin memastikan bahwa intervensi yang dilakukan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu menciptakan perubahan nyata dan berkelanjutan di masyarakat,” tambah Utari.
Kolaborasi Kunci Keberhasilan Pencegahan Stunting
Keberhasilan upaya pencegahan stunting sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak. Sinergi antara perusahaan, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci utama. Dewi Utari meyakini bahwa dengan kerja sama ini, upaya Jasindo cegah stunting dapat berjalan lebih efektif dan mencapai hasil maksimal.
Asuransi Jasindo menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memberikan kontribusi nyata. Tujuannya adalah menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan. Program Narasemesta menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia.
Sumber: AntaraNews