Jamaah Haji Kloter 26 Makassar Tiba, Siap Kembali ke Daerah Asal
Ratusan jamaah haji kloter 26 Makassar telah tiba di tanah air, membawa harapan menjadi haji mabrur. Mereka berasal dari Maluku, Papua Barat, dan Sulawesi Selatan.
Jamaah haji kelompok terbang (kloter) 26 telah tiba kembali di tanah air melalui Debarkasi Makassar pada Sabtu, 20 Juni 2026. Kedatangan ini secara resmi menandai selesainya rangkaian ibadah haji mereka di Tanah Suci Makkah dan Madinah. Ratusan jemaah yang penuh sukacita ini berasal dari Provinsi Maluku, Papua Barat, dan sebagian wilayah Sulawesi Selatan.
Proses kepulangan para jamaah haji kloter 26 Makassar ini berlangsung di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, tempat pesawat mereka mendarat setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi. Mereka disambut langsung oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Makassar yang telah bersiap. Kedatangan ini membawa kebahagiaan mendalam bagi para jemaah serta keluarga yang telah lama menanti di kampung halaman.
Kepala Bidang Layanan Jamaah Lansia dan Disabilitas PPIH Debarkasi Makassar, H. Abdul Gaffar, memberikan rincian terkait proses kedatangan ini. Beliau menjelaskan bahwa total 393 orang jamaah tiba dalam kloter ini, dengan komposisi yang berbeda dalam hal tujuan akhir mereka di Indonesia.
Proses Kedatangan dan Pembagian Jamaah Haji Kloter 26 Makassar
H. Abdul Gaffar menjelaskan bahwa dalam rombongan kloter 26 ini, terdapat jamaah haji dari Provinsi Maluku yang dikategorikan sebagai bagian dari Embarkasi dan Debarkasi Antara. Jamaah dari Maluku ini memiliki prosedur khusus; mereka tidak melalui proses lengkap di Asrama Haji Debarkasi Makassar. Sebaliknya, mereka hanya transit menggunakan pesawat yang sama di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebelum melanjutkan perjalanan langsung menuju Maluku.
Dari total 393 jamaah yang tiba, sebanyak 201 orang di antaranya secara resmi masuk dalam proses Debarkasi Makassar untuk wilayah Sulawesi Selatan dan Papua Barat. Jamaah ini akan menjalani serangkaian proses administrasi dan kesehatan di Asrama Haji Sudiang Makassar. Setelah itu, mereka akan diserahkan kepada pemerintah daerah masing-masing untuk kembali ke keluarga. Sementara itu, 192 orang jamaah asal Provinsi Maluku tetap berada di pesawat untuk melanjutkan penerbangan ke daerah asal mereka.
Pemisahan proses ini dirancang untuk memastikan efisiensi dan kenyamanan maksimal bagi seluruh jamaah haji yang memiliki tujuan akhir berbeda. PPIH Debarkasi Makassar berupaya keras memastikan semua prosedur berjalan lancar sesuai ketentuan yang berlaku. Koordinasi yang erat terus dilakukan dengan pihak maskapai penerbangan serta pemerintah daerah terkait untuk kelancaran proses ini.
Harapan Menjadi Haji Mabrur dan Teladan Masyarakat
Dalam sambutannya, H. Abdul Gaffar menyampaikan harapan tulusnya agar para jamaah yang telah kembali ini dapat menjadi haji yang mabrur. Beliau secara tegas menekankan bahwa kemabruran haji bukanlah status yang diperoleh dengan mudah setelah pulang dari ibadah. Namun, kemabruran itu harus dibuktikan melalui perubahan positif dalam sikap, akhlak, dan cara berpikir setelah kembali berinteraksi di tengah masyarakat. Pesan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh jamaah yang telah menunaikan rukun Islam kelima.
Lebih lanjut, Abdul Gaffar juga secara khusus mengajak para jamaah untuk senantiasa menjaga semangat ibadah yang telah terbangun di Tanah Suci. Selain itu, mereka diharapkan dapat menjadi teladan yang baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas. Beliau berpesan agar setiap jamaah menjadi pribadi yang membawa kedamaian, aktif mempererat tali persaudaraan, serta terus menjaga kemabruran haji melalui berbagai amal saleh dan kepedulian kepada sesama.
Senada dengan harapan tersebut, Wakil Bupati Pangkep, H. Abd. Rahman Assagaf, turut menyampaikan harapannya agar para jamaah mampu menjadi panutan yang baik setelah kembali ke tanah air. Ia berharap jamaah dapat menjadi teladan di tengah keluarga dan masyarakat, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta ikut mendorong terciptanya kehidupan yang religius, harmonis, dan penuh kepedulian sosial. Harapan ini mencerminkan tanggung jawab sosial dan spiritual yang kini diemban oleh para haji di lingkungannya masing-masing.
Sumber: AntaraNews