ITB: Intensitas Hujan November 2025 Melebihi Standar Mitigasi Nasional
Curah hujan dengan intensitas sangat ekstrem akibat Siklon Tropis Senyar membuat kapasitas sistem pengendalian banjir yang ada tidak dirancang untuk menahan.
Tim riset Institut Teknologi Bandung (ITB) menyatakan banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada November 2025 dipicu oleh cuaca ekstrem yang melampaui standar mitigasi banjir nasional.
Koordinator Tim Riset Center for Analysis and Applying Geospatial Information (CENAGO) ITB, Heri Andreas, mengatakan kesimpulan tersebut diperoleh dari kajian forensik berbasis analisis presipitasi ekstrem, karakteristik hidrologi tiga daerah aliran sungai (DAS) yakni Badiri, Garoga, dan Batang Toru di Sumatera Utara, perubahan tutupan lahan, serta simulasi hidrologi-hidrolika. Seperti dikutip Antara.
Menurut Heri, curah hujan dengan intensitas sangat ekstrem akibat Siklon Tropis Senyar membuat kapasitas sistem pengendalian banjir yang ada tidak dirancang untuk menahan skala peristiwa tersebut.
Hasil analisis citra satelit resolusi tinggi menunjukkan curah hujan pada akhir November 2025 mencapai 150–300 milimeter per hari (level ekstrem) hingga lebih dari 300 milimeter per hari (sangat ekstrem).
Berdasarkan model probabilitas ITB, kejadian tersebut dikategorikan sebagai R700 hingga R1000 atau siklus ulang 700 sampai 1.000 tahun. Angka itu melampaui standar mitigasi banjir nasional yang umumnya dirancang hingga R50.
Dalam kajian tersebut, tim tidak hanya menggunakan digitasi citra satelit untuk mengklasifikasikan tutupan lahan, tetapi juga menggabungkan data presipitasi dari BMKG dan NOAA Amerika Serikat, pendefinisian DAS dan sub-DAS, digital elevation model (DEM), serta parameter hidrologi dan hidrolika.
Heri menyebutkan, secara kuantitatif kontribusi perubahan tutupan lahan relatif kecil dibandingkan faktor cuaca ekstrem.
Pembahasan hasil kajian itu turut mengemuka dalam grup diskusi bertajuk “Memahami Root Cause Banjir Sumatera 2025 untuk Rekonsiliasi Konklusi Berbasis Keilmuan” di Jakarta, yang dihadiri perwakilan kementerian, lembaga, dan organisasi profesi.
Dalam forum tersebut, perwakilan BMKG memaparkan bahwa fenomena Siklon Tropis Senyar pada akhir November 2025 merupakan kejadian yang sangat jarang terjadi. Kombinasi hujan ekstrem dan longsor disebut memicu banjir bandang di sejumlah wilayah, termasuk Desa Garoga, Tapanuli Selatan.
Hujan Ekstrem
Akademisi ITB dari Kelompok Keahlian Geologi, Ahmad Imam Sadisun, menambahkan bahwa longsor akibat hujan ekstrem banyak terjadi di zona dengan kemiringan sangat curam di hulu DAS Garoga dan kawasan hutan lindung.
Pemanfaatan Data
ITB menegaskan pentingnya pemanfaatan data geospasial berketelitian tinggi dalam pengambilan keputusan kebencanaan agar setiap kesimpulan mengenai penyebab bencana disusun secara terukur dan proporsional.
“Masih ada pekerjaan rumah sangat besar, yaitu penggunaan data dan informasi, seperti data geoscience, bagi penelaahan dan pengambilan keputusan berbagai masalah,” kata Ahmad Imam.