Insiden Peluru Tersasar di Padang: Kodam XX Benarkan Dua Warga Jadi Korban, Satu Mahasiswa UNP
Dua warga sipil, termasuk seorang mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP), menjadi korban peluru tersasar di Kota Padang. Komando Daerah Militer (Kodam) XX/Tuanku Imam Bonjol telah membenarkan insiden ini dan sedang melakukan investigasi mendalam.
Dua warga sipil di Kota Padang, Sumatera Barat, dilaporkan menjadi korban insiden peluru tersasar pada Selasa sore, 3 Juni, sekitar pukul 17.05 WIB. Salah satu korban diketahui merupakan seorang mahasiswa dari Universitas Negeri Padang (UNP). Peristiwa ini telah dikonfirmasi langsung oleh pihak Komando Daerah Militer (Kodam) XX/Tuanku Imam Bonjol.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq, membenarkan adanya kejadian yang menimpa dua individu tersebut. Ia menyatakan bahwa insiden ini diduga melibatkan peluru nyasar. Pihak Kodam saat ini tengah mengumpulkan informasi lebih lanjut serta melakukan investigasi mendalam terkait sumber peluru tersebut.
Insiden ini terjadi saat Satuan Batalion Infanteri (Yonif) TP 897/Singgalang sedang melaksanakan latihan di sekitar lokasi kejadian. Namun, Kodam belum dapat memastikan apakah peluru tersebut berasal dari satuan TNI. Kedua korban telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Investigasi Kodam XX Terkait Peluru Tersasar
Kolonel Kav Taufiq dari Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol menegaskan bahwa pihaknya sedang serius menangani kasus peluru tersasar ini. Proses investigasi dilakukan untuk mengungkap secara pasti asal-usul proyektil yang mengenai warga. Pihak TNI berkomitmen untuk transparan dalam penanganan insiden yang merugikan masyarakat.
Meskipun latihan Satuan Batalion Infanteri (Yonif) TP 897/Singgalang berlangsung saat kejadian, belum ada kesimpulan resmi. Kodam belum bisa memastikan keterkaitan langsung antara latihan tersebut dengan peluru yang mengenai korban. Penyelidikan menyeluruh diperlukan untuk menghindari spekulasi yang tidak berdasar.
Pengumpulan informasi melibatkan berbagai pihak dan saksi mata di lokasi kejadian. Data-data yang terkumpul akan dianalisis untuk menemukan titik terang dalam kasus ini. Kodam berjanji akan memberikan informasi terbaru kepada publik seiring berjalannya proses investigasi.
Kronologi dan Kondisi Korban Peluru Tersasar
Insiden peluru tersasar ini menimpa seorang mahasiswi Jurusan Sosiologi UNP dan satu warga sipil lainnya. Keduanya diduga terkena tembakan di area kampus UNP, tepatnya di sekitar kawasan rektorat. Kejadian berlangsung setelah mahasiswi tersebut merayakan hasil ujian seminar proposalnya.
Mahasiswi UNP dilaporkan mengalami luka tembak di bagian paha atau kaki. Sementara itu, korban kedua adalah anggota keluarga mahasiswa yang kebetulan sedang berada di kampus. Kedua korban segera dilarikan ke rumah sakit swasta untuk penanganan awal.
Setelah penanganan awal, para korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo atau Rumah Sakit Tentara. Pemindahan ini bertujuan untuk melakukan operasi pengangkatan proyektil yang bersarang di tubuh mereka. Kondisi terkini korban terus dipantau oleh pihak medis.
Respons Kampus dan Pendampingan Korban
Sekretaris UNP, Erianjoni, turut membenarkan bahwa salah satu mahasiswanya menjadi korban dugaan peluru nyasar. Pihak kampus menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang menimpa mahasiswinya. UNP berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada korban dan keluarganya.
Saat ini, pihak kampus sedang aktif mendampingi mahasiswi yang menjadi korban di rumah sakit. Pendampingan ini memastikan bahwa mahasiswi mendapatkan perawatan intensif yang diperlukan. UNP berharap agar korban dapat segera pulih dari insiden yang tidak terduga ini.
Kampus juga berkoordinasi dengan pihak berwenang, termasuk Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, terkait investigasi yang sedang berjalan. Kerja sama ini penting untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik insiden peluru tersasar. UNP menekankan pentingnya keamanan di lingkungan kampus.
Sumber: AntaraNews