Ini lima provinsi terdeteksi peredaran vaksin palsu
Lima provinsi itu yakni Banten, DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Riau dan Bengkulu.
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menggelar rapat koordinasi dengan lembaga terkait membahas vaksin palsu di Kantornya, Selasa (26/7).
Puan menyatakan pemerintah melalui Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) terus menerus menelusuri wilayah-wilayah peredaran vaksin palsu. Hingga saat ini diketahui vaksin palsu beredar di lima provinsi.
"Ada 5 Provinsi yang beredar vaksin palsu polisi juga sudah melakukan penyelidikan. Kami imbau kepada orangtua yang menjadi korban untuk melapor," kata Puan.
Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito membeberkan lima provinsi tersebut yakni di Banten, DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Riau dan Bengkulu.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan kami, di Serang, Pekanbaru, Palembang dan Bengkulu. Kami terus melakukan upaya mencari sumber vaksin palsu," katanya.
Puan berjanji terus berupaya membongkar kasus vaksin palsu sampai ke akarnya. Saat ini, pemerintah sedang menggodok penguatan dari segi payung hukum.
"Nanti kita detailkan, seperti UU kelayakan dan minuman. Juga hal-hal lain apa saja yang harus direvisi. Nanti kami ajukan ke DPR," katanya.
Baca juga:
Menkes: 536 balita sudah diberikan vaksin palsu
Ratusan bayi korban vaksin palsu di Bekasi mulai divaksin ulang
Banyak yang palsu di bidang kesehatan bikin susah rakyat
YLKI duga ada mafia kasus vaksin palsu
YLBHI nilai negara pura-pura hadir dalam kasus vaksin palsu
Vaksin palsu bukti Indonesia darurat farmasi
Bareskrim serahkan satu berkas perkara vaksin palsu ke Kejaksaan