Indonesia Punya Peran Strategis Diplomasi di Dunia Islam lewat Forum PUIC 2025
Indonesia jadi tuan rumah Konferensi Uni Parlemen Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam.
Indonesia jadi tuan rumah Konferensi Uni Parlemen Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (PUIC). Berlangsung tanggal 12 sampai 15 Mei 2025. Forum ini menjadi momen strategis bagi Indonesia untuk menunjukkan peran dalam diplomasi strategis di antara negara-negara Muslim serta memperkuat posisi sebagai pemimpin diplomasi di kancah global.
Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR Mardani Ali Sera menyatakan, forum PUIC menjadi platform penting memperkuat peran parlemen negara-negara Islam dalam diplomasi global.
"Kerja sama yang erat antarnegara anggota OKI akan menjadi kekuatan baru dalam menciptakan tatanan dunia yang lebih adil dan seimbang," kata Mardani.
Konferensi ini membahas berbagai isu strategis, termasuk pemberdayaan perempuan dan generasi muda. Menurut Mardani, keterlibatan perempuan dan pemuda dalam pengambilan keputusan politik dan sosial menjadi langkah penting dalam menciptakan kepemimpinan yang lebih inklusif.
"Negara-negara Islam perlu membuka ruang lebih luas bagi perempuan dan generasi muda untuk mengambil peran strategis," tambahnya.
Terpisah, Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran Teuku Rezasyah, menilai bahwa posisi Indonesia sangat strategis dalam dunia Islam.
"Sebagai negara Muslim moderat yang diterima luas, Indonesia memiliki legitimasi kuat untuk menjadi tuan rumah kredibel dan pemimpin dalam membangun diplomasi antarnegara Muslim," tutur Teuku dalam salah satu acara dialog Radio di Jakarta, Rabu (14/5).
Dia juga menekankan pentingnya forum ini di tengah berbagai krisis global, dari ketegangan geopolitik hingga tantangan ekonomi.
"Ini momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan kepemimpinan globalnya, bukan hanya di PUIC, tapi juga di forum internasional lain seperti G20 dan BRICS," jelasnya.
Lebih lanjut, Rezasyah mendorong Indonesia membangun koalisi strategis dengan negara-negara kaya anggota OKI seperti Arab Saudi, Qatar, Turki dan Iran. Kerja sama ini dinilai penting untuk memperkuat investasi dan inovasi teknologi yang dibutuhkan dunia Islam ke depan. Dia juga menyoroti potensi besar kerja sama ekonomi dan pariwisata dengan negara-negara seperti Aljazair, Mesir dan Kuwait.