LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Indonesia berpotensi pimpin kembali Asosiasi MK se-Asia

Menurut Arief, hingga saat ini belum ada nama yang diusulkan untuk menggantikan dirinya.

2016-08-11 16:10:02
Mahkamah Konstitusi
Advertisement

Presiden Association of Asian Constitutional Cours (AACC) Equivalent Institution, Arief Hidayat yang juga Ketua Mahkamah Konstitusi RI mengatakan, Indonesia berpotensi memimpin kembali AACC. Hal ini diungkapkan lantaran hingga saat ini belum ada nama yang diusulkan untuk menggantikan dirinya.

"Masa jabatan saya ini selaku Presiden AACC sudah berakhir pada April lalu tapi kemudian diperpanjang sampai Agustus. Tapi kelihatannya ada jalan tengah diteruskan oleh Indonesia sampai kemudian ada yang bisa menyanggupi menjadi Presiden AACC," kata Arief di Convention Center, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/8).

Arief menjelaskan, di sela-sela kongres ke-3 AACC sempat dibahas kembali siapa yang siap menjadi Presiden AACC pada periode 2016-2018. Ada satu nama yang diusulkan untuk menjadi Presiden AACC periode berikutnya, yaitu Ketua Hakim Malaysia Arifin Zakaria.

Namun sebagian besar delegasi yang hadir mengusulkan agar dirinya melanjutkan kembali kepemimpinan di AACC.

"Saya yang mengusulkan (Arifin Zakaria), kemudian saya jelaskan bahwa tradisinya selama ini dua tahun diganti. Kemudian dia menjawab tidak ada pasal yang dilanggar kalau menunjuk Presiden MK RI untuk dua tahun yang akan datang memimpin kembali AACC," terang Arief.

Menurut Guru Besar Universitas Diponegoro (Undip) ini, ada beberapa pertimbangan dari negara anggota AACC sehingga mengusulkan Indonesia kembali memimpin AACC. Menurut mereka, penerapan konstitusi di Indonesia tidak bertentangan dengan undang-undang. Dan keputusan yang diambil Mahkamah Konstitusi RI dalam menyelesaikan persoalan bisa diterima seluruh pihak.

"Keputusan MK dinilai sudah teruji dan bisa diterima, tidak hanya di Indonesia tapi secara internasional," ujar dia.

Meski demikian, keputusan siapa yang bakal dipilih menjadi Presiden AACC periode 2016-2018 akan dilakukan pada Jumat (12/8) besok.

"Ini masih kita tunggu, pekan ini harus kita selesaikan bersama sebelum penutupan," tandasnya.

Baca juga:
Indonesia diminta pimpin kembali asosiasi MK se-Asia
Presiden Jokowi: MK wajib lindungi hak setiap warga negara
Presiden Jokowi minta MK turut tingkatkan kualitas undang-undang
Arief Hidayat: Secara prinsip amandemen statuta AACC ke-3 disetujui
Pertemuan MK se-Asian putuskan sekretariat tetap di RI dan Korsel

Advertisement
(mdk/sho)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.