Imigrasi Banda Aceh Hadirkan Layanan Paspor di Car Free Day, Permudah Warga Urus Dokumen
Kantor Imigrasi Banda Aceh meluncurkan inovasi Layanan Pasporia di Car Free Day, solusi praktis bagi warga yang ingin mengurus paspor tanpa kendala waktu kerja.
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh kini menyediakan kemudahan bagi masyarakat dalam mengurus dokumen perjalanan luar negeri. Layanan inovatif ini dikenal dengan nama Pasporia atau Paspor Minggu Ceria. Program ini dilaksanakan di kawasan Car Free Day (CFD) Kota Banda Aceh, Aceh, pada hari Minggu.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh, Bambang Tri Cahyono, menyatakan bahwa layanan ini dirancang khusus. Tujuannya untuk mengakomodasi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja. Inisiatif ini merupakan wujud komitmen Imigrasi Banda Aceh dalam mendekatkan pelayanan publik kepada warga.
Bambang menjelaskan bahwa Pasporia bukan sekadar pemindahan lokasi pelayanan, melainkan bentuk pelayanan publik yang adaptif dan mudah dijangkau. Melalui program ini, pelayanan keimigrasian terintegrasi dengan aktivitas masyarakat di ruang publik pada akhir pekan. Warga dapat berolahraga di CFD sekaligus mengurus paspor dalam satu waktu, menjadikannya sangat efisien.
Inovasi Layanan Pasporia untuk Kemudahan Akses
Program Pasporia merupakan solusi praktis bagi warga, terutama mereka yang memiliki mobilitas tinggi. Inovasi ini menjawab tantangan kesulitan mengurus dokumen perjalanan luar negeri pada hari kerja. Kantor Imigrasi Banda Aceh berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat dengan masyarakat.
Layanan ini menunjukkan bahwa Imigrasi Banda Aceh berupaya untuk terus beradaptasi. Mereka ingin memastikan bahwa layanan keimigrasian dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Pendekatan jemput bola ini menjadi bukti nyata reformasi birokrasi yang berjalan baik.
Integrasi layanan dengan kegiatan Car Free Day menciptakan sinergi positif. Masyarakat tidak perlu lagi mengorbankan waktu kerja untuk keperluan paspor. Ini adalah langkah maju dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Banda Aceh.
Respons Positif dan Komitmen Transparansi Layanan
Selama pelaksanaan layanan Pasporia, Kantor Imigrasi Banda Aceh menerima total 13 permohonan paspor. Dari jumlah tersebut, tujuh permohonan adalah untuk paspor baru. Sisanya merupakan permohonan penggantian dan perpanjangan paspor yang sudah ada.
Bambang Tri Cahyono menyebutkan bahwa angka ini menunjukkan respons positif dari masyarakat. Antusiasme warga terhadap layanan yang lebih fleksibel ini sangat tinggi. Hal ini membuktikan bahwa inovasi layanan jemput bola sangat dibutuhkan.
Imigrasi Banda Aceh menegaskan bahwa layanan ini tetap mengedepankan transparansi. Baik persyaratan maupun biaya diatur sesuai ketentuan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM. Komitmen ini menjamin tidak ada biaya tersembunyi atau prosedur yang membingungkan.
Apresiasi dan Arahan dari Pimpinan Imigrasi Aceh
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh, Tato Juliadin Hidayawan, turut meninjau pelaksanaan Pasporia. Beliau hadir di arena Car Free Day Banda Aceh untuk melihat langsung proses layanan. Kunjungan ini menunjukkan dukungan penuh dari pimpinan wilayah.
Dalam kunjungannya, Tato berdialog langsung dengan sejumlah pemohon paspor. Tujuannya adalah untuk menerima masukan dan saran terkait pelayanan keimigrasian. Beliau juga menyampaikan apresiasi atas inovasi layanan yang telah dilakukan.
Tato Juliadin Hidayawan memberikan arahan penting kepada para petugas di lapangan. Ia menekankan bahwa pelayanan di ruang terbuka harus tetap mengacu pada standar operasional prosedur. Ketelitian verifikasi dan sikap humanis petugas juga menjadi perhatian utama. Menurutnya, ini menjadi bukti bahwa reformasi birokrasi di unit pelaksana teknis Imigrasi Banda Aceh berjalan dengan baik.
Sumber: AntaraNews