IBCSD Dorong Penerapan Teknologi Bersih Industri di Jawa Barat Tekan Emisi Karbon
Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) menginisiasi forum untuk mempercepat adopsi teknologi bersih industri di Jawa Barat guna menekan emisi karbon, sekaligus mendorong kolaborasi strategis antara pelaku usaha dan pemerintah daera
Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) mengambil langkah proaktif dengan mendorong percepatan penerapan teknologi bersih di sektor industri Jawa Barat. Inisiatif ini bertujuan utama untuk menekan emisi karbon yang dihasilkan oleh aktivitas industri di wilayah tersebut. Melalui sebuah forum strategis, IBCSD mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan aksi nyata.
Forum yang diselenggarakan di Kota Bandung pada Jumat, 23 Januari, ini menjadi wadah penting bagi dunia usaha dan pemerintah daerah. Tujuannya adalah membahas strategi teknis serta langkah-langkah konkret dalam upaya dekarbonisasi sektor industri di salah satu provinsi dengan peran ekonomi dan industri terbesar di Indonesia ini. Direktur Eksekutif IBCSD, Indah Budiani, menegaskan pentingnya transformasi ini.
Menurut Indah Budiani, transformasi menuju industri rendah karbon harus dilakukan secara aplikatif dengan strategi teknis yang jelas dan langkah nyata. Provinsi Jawa Barat, dengan posisinya yang strategis sebagai pusat industri dan ekonomi, memiliki peran sentral dalam agenda transisi rendah karbon nasional. Oleh karena itu, fokus pada wilayah ini menjadi prioritas utama bagi IBCSD.
Mendorong Strategi Dekarbonisasi Sektor Industri
Indah Budiani menjelaskan bahwa forum ini dirancang untuk menyatukan pelaku industri, pemerintah daerah, dan mitra pembangunan. Tujuannya adalah untuk mendiskusikan strategi teknis dan langkah nyata yang diperlukan untuk dekarbonisasi sektor industri secara efektif. Hasil diskusi dan lokakarya diharapkan menjadi dasar tindak lanjut, mulai dari pendampingan teknis hingga pengembangan proyek dekarbonisasi.
Lebih lanjut, Indah menekankan pentingnya penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan mitra pembangunan. Kegiatan ini diharapkan dapat memicu partisipasi aktif dari pelaku usaha dan pemerintah daerah dalam memetakan sumber emisi. Selain itu, identifikasi langkah dekarbonisasi yang relevan dengan proses bisnis masing-masing perusahaan juga menjadi fokus utama.
IBCSD mendorong pelaku industri untuk melakukan inventarisasi emisi secara menyeluruh sebagai langkah awal. Setelah itu, peningkatan efisiensi energi, elektrifikasi proses produksi, serta pemanfaatan energi bersih secara bertahap dan terukur menjadi langkah-langkah krusial. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan dampak signifikan dalam pengurangan jejak karbon industri.
Kolaborasi Kunci Wujudkan Ekonomi Rendah Karbon
Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Provinsi Jawa Barat, Eka Jatnika Sundana, menegaskan bahwa kolaborasi dengan sektor industri merupakan kunci utama pembangunan rendah karbon di Jawa Barat. Menurut Eka, transformasi menuju ekonomi rendah karbon harus berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing daerah. Sinergi kebijakan dan aksi nyata dunia usaha menjadi prasyarat mutlak untuk mencapai tujuan ini.
Sementara itu, Founder KADIN Net Zero Hub, Syarika Bralini, menyoroti bahwa transformasi menuju industri rendah karbon adalah imperatif strategis. Hal ini penting agar perusahaan tetap relevan dan kompetitif di tengah tuntutan global akan keberlanjutan. Komitmen saja tidak cukup; dunia usaha perlu membangun kapasitas nyata untuk dekarbonisasi.
Syarika mendorong dunia usaha untuk tidak hanya berhenti pada komitmen semata, melainkan juga membangun kapasitas nyata. Ini mencakup inventarisasi emisi, efisiensi energi, hingga implementasi solusi yang terukur dan dapat dijalankan di level operasional. Pendekatan praktis ini akan memastikan upaya dekarbonisasi memberikan hasil yang konkret dan berkelanjutan bagi lingkungan dan bisnis.
Sumber: AntaraNews