Hujan Lebat Kembali Guyur Bali, Sejumlah Titik di Denpasar dan Badung Banjir
Selain debit air naik juga terlihat sampah berserakan yang terbawa arus di Sungai Taman Pancing.
Hujan deras kembali mengguyur wilayah Pulau Bali, pada Senin (15/9). Beberapa titik di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, Bali, kembali terjadi banjir tetapi tidak sebesar pada Rabu (10/9) lalu.
Dari pantauan, pada Senin (15/9) sekitar pukul 10:04 WITA, debit air terlihat meninggi dan deras di sepanjang Sungai Taman Pancing, di Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar. Selain debit air naik juga terlihat sampah berserakan yang terbawa arus di Sungai Taman Pancing.
Selain itu, banjir juga terjadi di beberapa titik di Kota Denpasar, yang videonya viral di media sosial, pada Senin (15/9), seperti di kawasan Jalan Gajah Mada, Kecamatan Denpasar, di Jalan Subur, Kecamatan Denpasar Barat. Serta di kawasan Jalan Gunung Rinjani, Denpasar, dan terlihat air meluber ke jalan dan membuat macet kendaraan, dan juga ada titik banjir lainnya.
Selain itu, titik banjir juga terjadi di kawasan Gang Sri Kahyangan dan di Jalan Pantai Berawa, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, yang menggenangi jalan.
Hujan cukup lebat di kawasan Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, terjadi pada Senin (15/9) sekitar pukul 05:00 WITA dan hingga pukul 12:35 hujan terlihat rendah tetapi langit masih mendung.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya mengatakan bahwa untuk sementara ada laporan 5 titik banjir di wilayah Kota Denpasar.
"Ada lima titik laporan naik. Tapi sudah berhasil (ditangani) tim Denpasar sudah ke lapangan," kata Agung, saat ditemui di kantor BPBD Bali.
Agung menerangkan, lima titik banjir di Kota Denpasar itu di kawasan Pasar Kreneng, Monang-maning, di kawasan Jalan Wibisana, Pandjaitan, Panjer, dan Jalan Gajah Mada.
"Hari ini terjadi hujan tadi. Intensitas cukup sedang mungkin mengarah ke lebat yah. Syukurnya tidak terlalu lama. Jadi sekarang sudah berhasil surut, tetapi tadi pagi sempat ada genangan air naik di lima titik di Denpasar. Sekarang sudah berhasil (ditangani)," jelas dia.
"(Atensinya) jadi kita monitor, ada laporan yang seperti itu. Kemudian ada tim yang melakukan respon. Lakukan langkah-langkah darurat bersama-sama. Jadi seluruh sumber daya yang ada di Denpasar maupun di provinsi masih bisa digerakkan," imbuhdia.
Sementara itu, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta untuk terjadinya banjir di beberapa tempat tim lapangan sudah bergerak cepat.
"Terhadap genangan yang sekarang ini. Sekarang beberapa jam (hujan) ada beberapa genangan. Kami sudah koordinasi dengan pemerintah kabupaten-kota, untuk melakukan gerak cepat. Dengan juga beberapa bantuan pompa air untuk menyedot (air) dan mempercepat dari daripada surutnya air itu sendiri. Sekarang ini sudah bergerak," ujar Giri saat ditemui di kantor Gubernur Bali.
Lima Orang Hilang
Sebelumnya, 5 orang korban banjir besar di Pulau Bali, masih dilakukan pencarian dari Rabu (10/9) saat kejadian hingga Sabtu (13/9).
I Wayan Suryawan selaku Kepala UPTD Pengendalian Bencana Daerah BPBD Provinsi Bali mengatakan, untuk korban meninggal dunia tercatat 17 orang. Di antaranya, 11 orang di Kota Denpasar, 3 orang di Kabupaten Gianyar, 2 orang di Kabupaten Jembrana, dan 1 orang di Kabupaten Badung.
"Dalam pencarian 5 orang. (Diantaranya) di Kota Denpasar 2 (orang), di Kabupaten Badung 3 (orang). Ini update kami sampai pukul 06.00 WITA," kata Suryawan, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/9).