Hilang Sejak 2006, WNI Ini Ternyata Ditemukan Tinggal di Hutan Malaysia Ketakutan Lihat Orang
Mantan Bupati Batang berhasil merayu Ribut pakai bahasa jawa khas hingga akhirnya luluh mau pulang.
Viral video media sosial, Ribut Uripah yang tinggal di hutan Malaysia bertahan hidup usai hilang tak ada kabar. Kabar tersebut diunggah di akun TikTok @bansos.pmi.omtris dan Instagram dengan akun @batanginfo.id.
Sontak hal tersebut membuat heboh jagat media sosial. Buruh migran asal Kabupaten Batang akhirnya berhasil dibujuk pulang oleh anggota DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo.
Mantan Bupati Batang itu berhasil merayu pakai bahasa jawa khas Batang hingga akhirnya luluh dan bersedia dievakuasi keluar dari hutan Malaysia melalui video call.
"Saya rayu pakai bahasa dialek Bawang agar beliau merasa lebih nyaman dan ingat kampung halamannya. Saya bilang, (Neng Bawang wis ana sepur')? Pulang yuk sekarang. Di Bawang sudah ada kereta)," kata Yoyok saat dihubungi, Jumat (7/3).
Dibujuk Pulang Ketakutan dengan Orang
Usai dibujuk, Uripah akhirnya mulai membuka diri dan bersedia cerita tahu keberadaan Uripah setelah videonya beredar luas di TikTok. Tidak lama kemudian mencari tahu siapa yang pertama kali mengunggahnya.
"Kita akhirnya menemukan bahwa itu berasal dari Mas Kris, seorang aktivis asal Medan yang sering membantu tenaga kerja Indonesia (TKI) terlantar di Malaysia," ungkapnya.
Mas Kris merupakan seorang relawan non-pemerintah yang telah beberapa kali membantu TKI yang mengalami kesulitan di negeri jiran.
Setelah mengetahui keberadaan Uripah, Yoyok menghubungi jaringan warga Batang di Malaysia yang tinggal di sekitar lokasi tersebut.
Segera Dibawa Pulang
Saat pertama kali didatangi, Uripah enggan dievakuasi dan justru menunjukkan sikap ketakutan terhadap orang asing.
"Alhamdulillah, akhirnya dia ditemukan. Tapi kondisi beliau memang tampak takut bertemu orang baru," ungkapnya.
Setelah berhasil dievakuasi, Uripah kini berada di tempat penampungan KBRI Malaysia. Yoyok langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran proses kepulangannya ke Indonesia.
"Kami sudah komunikasi dengan pihak desa untuk segera mengurus administrasi kependudukannya seperti kartu keluarga (KK)," jelasnya lagi.
Butuh Waktu untuk Pulang
Selanjutnya pihaknya menghubungi Duta Besar Indonesia di Malaysia yang langsung memberikan dukungan penuh terhadap pemulangan Uripah.
"Dubes saya telepon, dan beliau banyak membantu. Ribut kini sudah diterima di KBRI dengan bantuan staf yang ditugaskan oleh Dubes," ujar Yoyok.
Meski sudah berada di penampungan, proses pemulangan Uripah ke Indonesia tidak bisa langsung dilakukan dalam waktu singkat.
"Diperkirakan akan memakan waktu lebih dari seminggu karena ada prosedur yang harus ditempuh. Tapi pemerintah sudah turun tangan dan semuanya akan difasilitasi. Insya Allah, saya sendiri yang akan menjemput beliau di Bandara Soekarno-Hatta saat waktunya tiba," kata dia.
Hilang Sejak 2006
Sementara itu, Camat Bawang, Suratno membenarkan ada warganya yang hilang sejak tahun 2006 ditemukan di Malaysia.
"Saya dapat laporan dari grup WhatsApp Muspika, ternyata sudah ditangani oleh Kades Candirejo bawa ada warga TKW yang nama aslinya Ribut, sudah dipastikan bahwa beliau adalah warga Candirejo," kata Suratno.
Sekarang, korban sudah berkomunikasi dengan keluarganya melalui video call. Dan pemulangannya akan segera diurus. Oleh pihak-pihak terkait.
Sampai kini belum diketahui informasi lebih jauh, kenapa Ribut bisa berada di tengah hutan Malaysia.