Hilang 12 Hari di Selat Makassar, Kapal Ambulans Laut Ditemukan Selamat di Perairan Jatim
Sebuah Kapal Ambulans Laut yang hilang kontak selama 12 hari di Selat Makassar akhirnya ditemukan di perairan Jawa Timur, membawa kabar gembira bagi keluarga dan tim SAR.
Kabar gembira datang dari perairan Jawa Timur setelah sebuah Kapal Ambulans Laut yang sebelumnya hilang di Selat Makassar berhasil ditemukan. Kapal ini ditemukan bersama tiga awaknya yang dalam kondisi selamat. Mereka ditemukan setelah 12 hari terombang-ambing di lautan.
Penemuan ini terjadi di kawasan perairan Jawa Timur-Selat Bali, berkat pertolongan kapal lain yang melintas. Basarnas Makassar segera berkoordinasi dengan pihak terkait di Madura untuk memastikan kondisi para awak. Ketiga awak dilaporkan dalam keadaan baik dan telah beristirahat di rumah warga.
Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Kelas A Makassar, Andi Sultan, mengonfirmasi kabar baik ini. "Seluruh awak selamat semua. Tapi belum bisa kami pastikan apakah mesin mati atau bagaimana. Belum ada konfirmasi," ujarnya. Kapal ambulans juga dalam kondisi baik dan sedang diperbaiki.
Penemuan dan Kondisi Awak Kapal
Kapal Ambulans Laut yang membawa tiga awak, yakni Muhammad Tahir (65), Najamuddin (55), dan Hasri (60), ditemukan setelah terombang-ambing selama hampir dua minggu. Mereka diselamatkan oleh kapal lain yang kebetulan melintas di perairan tersebut. Lokasi penemuan berada di sekitar Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur.
Video yang beredar menunjukkan ketiga awak kapal tersebut telah berada di daratan dan bertemu dengan keluarga mereka. Mereka menyampaikan bahwa tidak makan selama lima hari. Namun, kondisi kesehatan mereka secara keseluruhan tetap baik, meskipun mengalami pengalaman yang sangat berat.
Basarnas Makassar terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan pihak di Madura. Pihak berwenang memastikan bahwa para awak kapal telah mendapatkan penanganan yang diperlukan. Kapal ambulans itu sendiri juga sedang dalam proses perbaikan agar dapat kembali beroperasi.
Kronologi Hilangnya Kapal Ambulans Laut
Insiden ini bermula ketika Kapal Ambulans Laut baru akan dibawa ke Pulau Desa Dewakkang dari Pulau Tinggalungan, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep). Perjalanan yang seharusnya memakan waktu delapan jam ini menjadi awal dari hilangnya kontak. Kapal ini dijadwalkan untuk diserahkan kepada Pemerintah Desa Pulau Dewakkang.
Basarnas Makassar menerima laporan hilangnya kontak pada Senin, 13 Oktober, di perairan Selat Makassar. Tim SAR gabungan segera melancarkan operasi pencarian besar-besaran. KN SAR Kamajaya dikerahkan untuk menyisir area pencarian selama tujuh hari berturut-turut.
Meskipun upaya pencarian telah maksimal, hasilnya nihil. Operasi SAR kemudian dihentikan pada Selasa, 21 Oktober, tanpa menemukan jejak kapal maupun awaknya. Hilangnya Kapal Ambulans Laut ini sempat menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan masyarakat dan pihak berwenang.
Latar Belakang dan Tujuan Kapal Ambulans Laut
Kapal Ambulans Laut ini merupakan proyek penting yang dianggarkan melalui alokasi dana desa (ADD) senilai Rp200 juta. Tujuannya adalah untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di pulau-pulau terpencil. Kapal ini diharapkan dapat mempermudah evakuasi medis dan distribusi bantuan kesehatan.
Sebelum resmi diserahkan, kapal tersebut menjalani uji coba pelayaran. Namun, kondisi cuaca ekstrem dengan ombak tinggi menjadi faktor utama insiden ini. Cuaca buruk menghantam kapal, menyebabkan hilangnya kendali dan kontak di tengah laut.
Kejadian ini menyoroti pentingnya persiapan matang dan pertimbangan cuaca saat melakukan pelayaran. Terutama untuk kapal yang baru diuji coba dan akan digunakan untuk kepentingan vital seperti layanan kesehatan.
Sumber: AntaraNews