Hari Pertama Daftar Sekolah Swasta Gratis di Depok, Orang Tua Calon Siswa Rela Antre Sejak Jam 6 Pagi
Sejak pukul 06.00 WIB, mereka sudah memadati Kantor Balai Kota Depok, meski pendaftaran baru resmi dibuka pukul 08.00 WIB.
Hari pertama pendaftaran program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) di Depok, Jawa Barat, diserbu orang tua siswa. Sejak pukul 06.00 WIB, mereka sudah memadati Kantor Balai Kota Depok, meski pendaftaran baru resmi dibuka pukul 08.00 WIB.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Depok, Muhammad Yusuf mengaku sudah memprediksi lonjakan peminat. Oleh karena itu, pihaknya memilih ruangan luas di Gedung Baleka II lantai 10 sebagai lokasi pendaftaran.
“Hari ini hari pertama dari lima hari yang sudah kita siapkan untuk menerima pendaftaran siswa baru rintisan sekolah swasta gratis. Dan rupanya animo masyarakat cukup luar biasa ya. Kita sengaja mencari ruangan yang cukup luas di lantai 10, walaupun memang ya terpaksa di lantai yang tinggi tapi ini yang sekiranya kita bisa menampung banyak orang,” katanya, Selasa (1/7).
Program ini dibuka selama lima hari, mulai 1 hingga 5 Juli 2025, dan melibatkan 50 sekolah swasta jenjang SMP dan MTs yang telah bekerja sama dengan pemerintah kota.
“Kita sudah memperkirakan bahwa animo masyarakat juga pasti tinggi dan terbukti hari pertama ternyata bahkan dari jam 6 pagi juga sudah ada yang datang, info dari Satpol PP. Dan kita tadi jam 8 bahkan sebelumnya kita sudah buka,” ujarnya.
Tersedia 3.000 Kursi di 50 Sekolah
Pemerintah Kota Depok menyediakan kuota sebanyak 3.000 kursi di 50 sekolah. Mulanya hanya ada 33 SMP dan 11 MTs yang ikut serta. Namun saat ini total ada 50 sekolah yang bersedia ikut program RSSG ini.
“Kuotanya sekitar 3000an, itu kan tersebar di 50 sekolah swasta, baik SMP maupun MTs. Awalnya 33 (sekolah), tapi ternyata banyak sekolah yang berminat dan ingin juga menjadi bagian dari Rintisan Sekolah Swasta Gratis,” tukasnya.
Untuk mendaftar di RSSG tidak diperlukan sistem zonasi ataupun domisili. Yang penting adalah memiliki Kartu Keluarga (KK) Depok dan surat keterangan lulus dari satuan pendidikan. Jika hanya memilik surat domisili maka tidak bisa ikut mendaftar di program ini.
“Seleksinya tidak pakai zonasi, yang penting dia KK Depok dan punya surat keterangan lulus dari satuan pendidikan, berarti dari SD atau boleh MI. Jadi kita tetap berpegang kepada kartu keluarga yang sudah memang tertulis didalamnya dan diketahui oleh Disdukcapil tentunya kalau KK kan,” ungkapnya.
Sejauh ini, kata Yusuf, pihaknya akan melakukan evaluasi di hari pertama. Jika di satu sekolah sudah penuh maka akan langsung ditutup pendaftarannya.
“Kita akan melihat dulu dari hari pertama ini, kita akan evaluasi apakah sekolah ini sudah penuh atau belum. Tentu ketika sekolah tersebut sudah penuh dengan pendaftar, kita akan langsung di close untuk sekolah tertentu. Karena tiap sekolah kapasitas penerimaannya beda-beda dan tentu peminatnya juga beda,” pungkasnya.