LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Hamdan Zoelva: Jadi hakim sudah paling terhormat

Andai kata ada yang menawarkan dirinya untuk mendapatkan jabatan menjanjikan dia akan berpikir dua kali.

2015-01-07 11:50:53
Mahkamah Konstitusi
Advertisement

Hari ini, Hamdan Zoelva resmi menanggalkan toga hakim konstitusi. Posisinya kini digantikan oleh I Dewa Gede Palguna yang secara resmi telah dipilih Presiden Joko Widodo setelah menelaah dua nama yang diserahkan panitia seleksi.

Melihat ke belakang, Hamdan memulai kariernya di Mahkamah Konstitusi (MK) pada April 2008. Sebelumnya, pria yang sempat jadi pergunjingan kaum hawa saat ramai sidang musim sengketa pemilu ini, berprofesi sebagai advokat, akademisi, hingga politikus Partai Bulan Bintang (PBB).

Setelah pensiun ini, lantas apa yang akan dikerjakan pria kelahiran Nusa Tenggara Barat (NTB) ini? Dalam wawancara khusus kepada merdeka.com tahun lalu, Hamdan mengaku belum punya gambaran pasti ke mana kaki dan tangannya akan melangkah.

Namun dia memastikan, saat ini belum berminat masuk ke pemerintahan karena menjadi hakim adalah jabatan paling tinggi dan mulia.

"Bagi saya menjadi hakim konstitusi itu tertinggi. Jabatan tertinggi," kata Hamdan kala itu, saat ditemui di ruang kerjanya di Gedung Mahkamah Konstitusi, Agustus tahun lalu.

Hamdan merasa jabatannya menjadi hakim sudah sangat terhormat. Andai kata ada yang menawarkan dirinya untuk mendapatkan jabatan menjanjikan dia akan berpikir dua kali.

"Sudahlah, tempat lain yang lebih hebat biarkan saja. Insya Allah nggaklah. Jadi hakim sudah paling terhormat. Ya paling konsultan. Tapi saya enggak tahu untuk lima tahun yang akan datang, tapi untuk jadi menteri enggaklah," tegas pria yang hobi travelling.

"Ini (MK) lembaga yang sangat luar biasa bagi saya kehormatannya. Tidak berarti menteri tidak hormat, itu tidak. Tapi saya merasa melepaskan jabatan hakim menjadi menteri atau melepas jabatan Ketua MK menjadi menteri, enggaklah," tambahnya.

Bila tak minat jadi menteri, apakah Hamdan mengincar posisi wakil presiden di lima tahun yang akan datang?

"Terserah perjalanan takdir nanti. Saya hanya ingin menyelesaikan tugas di Mahkamah Konstitusi dengan khusnul khotimah. Itu saja," pungkasnya.

Baca juga:
PDIP berharap Gede Palguna dan Suhartoyo kembalikan marwah MK
Soal SEMA pembatasan PK, MK sebut MA membangkang konstitusi
Ketua Komisi III sebut pembatasan PK oleh MA tak melawan MK
Pemerintah sebut tidak ada kepastian hukum jika PK berkali-kali
Tak ikut seleksi calon hakim MK, Hamdan Zoelva patut diapresiasi
MK kabulkan gugatan Antasari,eksekusi mati napi narkoba tertunda
Lolos seleksi, kapabilitas 5 cakim MK masih dinilai pansel

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.