Gus Ipul Bicara Penebalan Bansos 2026: Tunggu Kebijakan Presiden
Kemensos sedang menunggu arahan resmi dari Presiden Prabowo Subianto terkait skema bantuan untuk para Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memberikan sinyal terkait kemungkinan adanya kebijakan strategis mengenai bantuan sosial (bansos) di tengah upaya efisiensi anggaran pemerintah. Hal ini merujuk pada kebiasaan kebijakan presiden pada periode-periode sebelumnya dalam menjaga daya beli masyarakat.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, pemerintah masih mengkaji berbagai langkah mengenai bansos. Menurut Gus Ipul, Kemensos sedang menunggu arahan resmi dari Presiden Prabowo Subianto terkait skema bantuan untuk para Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
"Ya kita tunggu saja kebijakan Presiden nanti, ya. Tapi kalau belajar dari tahun lalu, Presiden itu ada kebijakan untuk memberikan penebalan bansos kepada para penerima manfaat. Itu di pertengahan tahun bulan Juni dan Juli," kata Gus Ipul di Kementerian Sosial (Kemensos) Jakarta, Senin (13/4).
Penyaluran BLT
Selain penebalan di pertengahan tahun, Gus Ipul juga mengingatkan adanya kebijakan khusus pernah diambil Presiden Prabowo pada akhir tahun. Kebijakan tersebut berupa penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk mengantisipasi fenomena iklim tertentu.
Langkah tersebut tidak hanya berupa penambahan nilai bantuan, tetapi juga perluasan jangkauan masyarakat yang berhak menerima. Hal ini dilakukan agar stimulus ekonomi dapat menyentuh lapisan masyarakat yang lebih luas di berbagai daerah.
"Mungkin juga seperti tahun lalu, di akhir tahun Presiden meluncurkan BLT El Nino yang itu memperluas penerima manfaatnya yang sebelumnya 18 juta KPM diperbanyak alokasi penerima manfaatnya menjadi 35 juta KPM. Jadi itu hampir dua kali lipat," ujar Gus Ipul.
Meski data tahun lalu menunjukan kenaikan signifikan, Gus Ipul menegaskan, untuk tahun ini segala sesuatunya masih dalam tahap kajian. Kemensos belum bisa memastikan apakah pola yang sama akan langsung diterapkan kembali dalam waktu dekat.
Namun, Gus Ipul tidak menampik, pembicaraan mengenai hal ini sudah mulai bergulir di tingkat kementerian koordinator. Fokus utamanya adalah bagaimana memberikan stimulus ekonomi yang efektif bagi masyarakat di lapisan bawah.
"Stimulus ekonomi itu macam-macam kebijakannya, salah satunya biasanya itu adalah penebalan atau juga penambahan penerima manfaat bansos," kata Gus Ipul
Saat ini, menurut Gus Ipul, status dari rencana penebalan bansos tersebut masih bersifat dinamis. Pemerintah masih mematangkan skema yang paling tepat agar anggaran efisiensi dapat dialokasikan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang paling membutuhkan.
"Jadi sampai sekarang belum ada kebijakan, yang ada adalah baru skema atau semacam pembahasan-pembahasan tahap awal," pungkasnya.