Gubernur Koster Targetkan KONI Bali Raih Lima Besar PON 2028 NTT-NTB
Gubernur Bali Wayan Koster menargetkan KONI Bali kembali menempati posisi lima besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII NTT-NTB 2028, mendorong pembinaan atlet dari hulu ke hilir.
Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi menargetkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali untuk menduduki peringkat lima besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat pada tahun 2028. Target ini disampaikan saat Pelantikan Pengurus KONI Bali periode 2026-2030 di Denpasar, Jumat.
Penetapan target ini merupakan upaya untuk mengembalikan posisi Bali yang sempat turun ke peringkat ketujuh pada PON sebelumnya. Koster menekankan pentingnya pemetaan ketat untuk memastikan perolehan medali emas yang terukur dalam ajang olahraga nasional tersebut.
Meskipun Bali memiliki keterbatasan jumlah penduduk dibandingkan provinsi lain, Koster optimis target lima besar dapat dicapai melalui strategi pembinaan yang efektif. Ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Bali terhadap peningkatan prestasi olahraga di kancah nasional.
Mengembalikan Kejayaan Bali di Kancah PON
Gubernur Wayan Koster menyoroti bahwa peringkat kelima merupakan patokan yang realistis, mengingat Bali pernah meraih posisi tersebut pada PON XX Papua 2021 di bawah kepemimpinan pengurus terdahulu. Capaian ini menjadi acuan penting bagi kepengurusan KONI Bali yang baru untuk terus berprestasi.
Menurut Koster, pencapaian peringkat kelima sudah sangat baik bagi Bali, mengingat jumlah penduduk provinsi ini yang relatif kecil, sekitar 4,4 juta jiwa. Angka ini jauh berbeda dengan provinsi besar seperti Jawa Barat (50 juta), Jawa Timur (40 juta), atau Jawa Tengah (30 juta).
Secara statistik, Bali kalah saing dalam potensi atlet karena jumlah penduduk yang lebih sedikit. Oleh karena itu, jika Bali mampu masuk 10 besar saja sudah luar biasa, apalagi mencapai peringkat kelima. Pemprov Bali memandang prestasi olahraga sebagai salah satu tolok ukur kemajuan suatu bangsa, sejalan dengan pendidikan.
Ini dinilai sekaligus menjadi cara membangun budaya hidup masyarakat yang sehat dan disiplin, sehingga perlu target panjang ke depan untuk membangunnya.
Strategi Pembinaan Atlet dari Hulu ke Hilir
Untuk mencapai target lima besar PON 2028, Pemprov Bali mendorong kepengurusan KONI Bali yang baru untuk fokus pada pembinaan atlet dari hulu ke hilir. Strategi ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi yang ada di seluruh wilayah Bali.
Gubernur Koster menyarankan Ketua KONI Bali, I Nyoman Giri Prasta, yang juga merupakan Wakil Gubernur Bali, untuk berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota. Kolaborasi ini penting dalam pembinaan atlet melalui jalur sekolah maupun komunitas masyarakat.
Koster menyatakan bahwa dengan Wagub sebagai Ketua KONI, kolaborasi akan lebih mudah terjalin, sehingga tidak perlu banyak campur tangan dari Gubernur. Ia menekankan perlunya rencana kerja yang baik, konkret, dan terukur, meskipun ada keterbatasan anggaran.
I Nyoman Giri Prasta menanggapi arahan tersebut dengan menyatakan bahwa jajarannya telah mulai melakukan inventarisasi atlet berprestasi. Pembinaan berkelanjutan akan diberikan secara bertahap untuk memastikan pengembangan potensi atlet secara maksimal.
Persiapan Menyeluruh KONI Bali Menuju PON 2028
Ketua KONI Bali, I Nyoman Giri Prasta, menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan cabang olahraga yang selama ini belum mampu meraih medali. Tujuannya agar atlet Bali mampu bersaing di tingkat nasional dengan daerah yang memiliki atlet lebih banyak.
Giri Prasta menyatakan, "Ke depan, kami pastikan akan melaksanakan strategi perubahan yang begitu kuat." Ini menunjukkan tekad kuat untuk meningkatkan performa atlet dan daya saing olahraga Bali.
Persiapan untuk PON XXII NTT-NTB 2028 bahkan sudah mencakup perbaikan infrastruktur demi kenyamanan atlet. Ini adalah langkah proaktif untuk mendukung latihan dan performa mereka, termasuk revitalisasi GOR Ngurah Rai.
KONI Bali juga menjajaki pembinaan atlet sejak dini, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK, melalui pemberian ekstrakurikuler yang sesuai kebutuhan PON. Contohnya, cabang olahraga dayung yang saat ini berlatih di Jawa Barat akan diupayakan untuk bisa berlatih di Tanjung Benoa pada tahun 2027.
Sumber: AntaraNews