Golkar Angkat Suara soal Gubernur Kaltim Didemo: Dia Orang Baik, Mau Dialog
Wakil Ketua DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, mengimbau para demonstran untuk menghindari tindakan anarkis dan mengutamakan komunikasi.
Aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Selasa (21/4/2026), berujung ricuh setelah massa tidak mendapat respons dari pihak pemerintah daerah.
Wakil Ketua DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, mengimbau para demonstran untuk menghindari tindakan anarkis dan mengutamakan komunikasi.
“Jauh lebih baik melalui dialog dalam menyelesaikan setiap persoalan, apalagi persoalan yang menyangkut kepentingan rakyat, bangsa dan negara, termasuk di daerah,” kata Doli kepada wartawan, Kamis (24/4/2026).
Terlebih, kata Doli, ia mengaku mengenal Gubernur Kaltim Rudi dan menilai sebagai sosok baik dan mau diajak berdiskusi
“Saya mengenal Saudara Rudy dengan baik. Orangnya low profile, bergaul dan tidak anti dialog. Saya yakin beliau bersedia bicara baik-baik dengan siapa saja, termasuk adik-adik mahasiswa, bila ada aspirasi yang ingin disampaikan,” ungkapnya.
Doli mengaku DPP Golkar terus berkoordinasi dengan Rudi terkait masalah demo tersebut.
“Ya Kami selalu berkoordinasi terus,” pungkasnya.
Massa Tuntut Klarifikasi, Situasi Memanas
Aksi yang digelar gabungan mahasiswa dan masyarakat sipil awalnya berlangsung damai sejak siang hari.
Massa bergerak dari DPRD Kalimantan Timur menuju kantor gubernur sambil menyampaikan tuntutan.
Namun, situasi berubah setelah hingga sore hari tidak ada perwakilan pemerintah yang menemui mereka. Massa bahkan meyakini Gubernur Rudy Mas'ud berada di dalam gedung.
“Kami sudah menunggu lama, bahkan dengar beliau ada di dalam, tapi tidak ada yang keluar. Itu yang membuat suasana jadi panas,” ujar salah satu peserta aksi, Ray (22).
Para demonstran menuntut DPRD Kaltim menggunakan hak angket dan interpelasi. Mereka juga menyoroti penggunaan anggaran sekitar Rp25 miliar untuk renovasi rumah jabatan gubernur, serta menuding adanya praktik nepotisme.
Polisi Bubarkan Aksi, Sejumlah Orang Diamankan
Menjelang malam, ketegangan meningkat hingga terjadi aksi saling dorong dan lempar antara massa dan aparat.
Polisi kemudian membubarkan kerumunan menggunakan water cannon sekitar pukul 18.30 Wita.
Sebagian peserta aksi mundur, sementara lainnya bertahan di sekitar kawasan dekat kantor Bank Indonesia di Samarinda.
Puncak kericuhan terjadi antara pukul 19.30 hingga 20.00 Wita sebelum aparat berhasil mengendalikan situasi.
Kapolda Kalimantan Timur, Endar Priantoro, menyampaikan bahwa sejumlah orang telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan.
"Ada beberapa yang diamankan, tapi masih dalam tahap pemeriksaan. Nanti kita lihat tingkat kesalahannya," ujarnya di lokasi.
Sementara itu, Doli menyatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan Gubernur Kaltim terkait situasi tersebut dan menilai pendekatan dialog lebih efektif dibandingkan aksi yang berujung kericuhan.