Gibran Ajak Pemimpin G20 Perkuat Solidaritas dan Tegas Hadapi Krisis Multidimensi
Gibran juga menyoroti krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza, Ukraina, Sudan, dan Sahel.
Di sela gelaran KTT G20, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menghadiri MIKTA Leaders’ Gathering dipimpin Korea Selatan selaku Ketua MIKTA tahun ini di Hall 7, Johannesburg Expo Centre, Johannesburg, Afrika Selatan, Sabtu (22/11).
Dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Wakil Presiden, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung menerima kehadiran Gibran sebelum memasuki area foto bersama. Acara berlangsung singkat tanpa perbincangan resmi, karena merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KTT G20.
Kemudian bergabung dengan para pemimpin negara anggota MIKTA lainnya, yakni Meksiko, Turki, dan Australia, untuk melakukan sesi foto bersama. Kehadiran Indonesia dalam kegiatan tersebut mencerminkan komitmen terhadap peran MIKTA sebagai kelompok negara menengah yang berkontribusi pada stabilitas dan kerja sama global.
Di sela-sela sesi pleno KTT G20 juga melakukan sejumlah pertemuan pull aside dengan beberapa pemimpin dunia. Pertemuan informal ini mencakup pembicaraan dengan Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed Ali, Presiden Angola Joào Manuel Goncalves Lourenco, Presiden Finlandia Alexander Stubb, Sekretaris Jenderal UNCTAD Rebeca Grynspan Mayufis, hingga Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Momen menarik terjadi saat menjelang akhir pertemuan dengan Presiden Finlandia, ketika secara tiba-tiba Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni muncul dan menyapa Wapres Gibran, menambah suasana hangat dan santai di tengah kesibukan agenda bilateral.
Langkah-langkah informal seperti ini menjadi kesempatan penting bagi Indonesia untuk memperkuat hubungan diplomatik secara personal dan langsung dengan para pemimpin dunia.
Pesan Gibran ke Pemimpin G20
Gibran juga menyerukan penguatan solidaritas dan kepemimpinan global tegas menghadapi krisis multidimensi dunia. Seruan tersebut disampaikan saat Gibran menyampaikan pernyataan nasional pada sesi KTT G20 di Johannesburg Expo Centre (NASREC), Afrika Selatan, Sabtu (22/11).
Pada sesi ke-2 bertema “A Resilient World – The G20’s Contribution”, Gibran menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung kepemimpinan Afrika Selatan, khususnya dalam memperkuat ketahanan energi, air, dan pangan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
"Di berbagai belahan dunia, krisis semakin intensif. Solidaritas global dan kepemimpinan yang tegas diperlukan untuk mengatasinya,” kata Gibran dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Wakil Presiden, Minggu (23/11).
Gibran menekankan bahwa bagi Indonesia, ketahanan pangan bukan hanya agenda ekonomi, tetapi kebutuhan mendasar rakyat. Dia menggarisbawahi perhatian besar Presiden Prabowo yang menempatkan ketahanan pangan dan penyediaan makanan bergizi gratis bagi 80 juta pelajar dan ibu hamil sebagai investasi strategis bangsa.
"Inisiatif ini mendorong penggunaan produk lokal, memberdayakan petani dan peternak, sekaligus memperluas kegiatan ekonomi di berbagai sektor,” imbuh Gibran.
Gibran menjelaskan pengalaman Indonesia sebagai negara kepulauan di Cincin Api Pasifik yang menghadapi lebih dari 3.000 bencana tiap tahun. Pengalaman tersebut membentuk pendekatan Indonesia dalam mempromosikan ketahanan berkelanjutan, sebuah kerangka yang menyinergikan pembangunan manusia, pertumbuhan ekonomi, dan perlindungan lingkungan.
"Bagi Indonesia, ketahanan bukanlah slogan, melainkan kenyataan sehari-hari,” tegas Gibran.
Gibran juga menyoroti krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza, Ukraina, Sudan, dan Sahel. Ia menegaskan bahwa banyak tragedi hari ini bukan semata disebabkan fenomena alam, tetapi akibat tindakan manusia.
“Tragedi-tragedi ini mengingatkan kita untuk menempatkan kemanusiaan di jantung tata kelola global. Dunia tidak boleh menormalisasi penderitaan yang sebenarnya dapat dicegah,” kata Gibran.
Menutup pernyataannya, Gibran menegaskan sebagai forum yang mewakili 85 persen PDB dunia, G20 memiliki tanggung jawab moral untuk memberi teladan. Pertumbuhan dan ketahanan, menurutnya, harus berjalan beriringan demi menghadirkan harapan, kemakmuran, dan keadilan bagi semua.
G20 merupakan forum kerja sama ekonomi dari 19 negara dan Uni Eropa yang mewakili mayoritas perekonomian global. Pada KTT G20 Johannesburg tahun ini, para pemimpin dunia berkumpul untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam menjawab tantangan global yang semakin kompleks.